Gus Kikin Soroti Integritas Pengelola MBG di Tengah Kasus Keracunan

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menanggapi kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah pondok pesantren.
Gus Kikin menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"Integritas lah. Kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan pekerjaannya, ya mudah-mudahan enggak terjadi ini," ujar Gus Kikin, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: Gus Kikin Pantas Pimpin NU, Sosoknya Tidak Suka Gaduh
Ia menegaskan setiap pihak harus menjalankan tanggung jawab sesuai tugas dan aturan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan kegiatan.
“Integritas itulah. Kita masing-masing itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya, bertanggung jawab terhadap aturan-aturan yang diberlakukan di dalam kegiatan masing-masing,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa







