Akurat Logo

Gus Kautsar Beberkan Kronologi Mengapa Namanya Ada dalam Buku Islam Ala Prabowo

Lufaefi | 8 September 2026, 10:40 WIB
Gus Kautsar Beberkan Kronologi Mengapa Namanya Ada dalam Buku Islam Ala Prabowo
Gus Kautsar Ploso Kediri - NU Online

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, mengungkap kronologi hingga namanya tercantum dalam buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Ia mengaku tidak pernah mengetahui bahwa wawancara yang dilakukannya pada 2024 akan digunakan dalam buku tersebut.

Buku yang disusun Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas itu merupakan kumpulan tulisan dan wawancara dengan sejumlah tokoh agama serta pejabat publik. Buku tersebut diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Gus Kautsar mengatakan, sekitar pertengahan 2024, seorang utusan salah satu penulis buku datang ke Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri. Utusan tersebut datang bersama keluarganya dan kemudian berdiskusi dengan Gus Kautsar.

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal ditanyakan, terutama mengenai pandangan pesantren terhadap persoalan kebangsaan, keberagaman, kebinekaan, serta peran pesantren dalam mengisi dan menjaga kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Nama TGB dan Gus Kautsar Dicantumkan dalam Buku Islam Ala Prabowo, Keduanya Bantah Terlibat

"Jadi bukan masalah keberatan atau tidak. Kita itu tahun 2024, pertengahan, ada orang utusan salah satu penulis itu datang ke sini. Kemudian tanya terkait keindonesiaan, bagaimana posisi pesantren, merawat kemerdekaan," kata Gus Kautsar kepada detikJatim, Senin (7/9/2026).

Pembicaraan tersebut juga sempat menyinggung sejumlah program pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Gus Kautsar mengaku tidak mengetahui bahwa percakapan itu berkaitan dengan penyusunan buku Islam Ala Prabowo.

Ia mengatakan tidak pernah mendapat informasi bahwa hasil wawancara tersebut akan dimuat dalam sebuah buku dengan judul yang mengaitkan pengamalan ajaran Islam dengan Prabowo.

"Kita nggak ngerti kalau kemudian berjudul seperti ini. Kita tidak sadar," ujar Gus Kautsar.

Menurut Gus Kautsar, dirinya juga bukan satu-satunya tokoh yang diwawancarai. Ia menyebut terdapat sejumlah tokoh lain yang menjalani wawancara serupa dan tidak mengetahui bahwa hasil percakapan mereka akan digunakan sebagai bagian dari buku tersebut.

Persoalan yang disesalkan Gus Kautsar setidaknya mencakup dua hal. Pertama, judul tulisan yang mencantumkan namanya, yakni "Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto". Kedua, tidak adanya transparansi mengenai penggunaan hasil wawancara.

"Jadi kita itu hanya menyesalkan dua hal. Satu judulnya, yang kedua adalah ketidaktransparansian. Ketika buku ini kemudian benar-benar diterbitkan, kami juga tidak pernah dikasih tahu," tegas Gus Kautsar.

Ia bahkan mengaku hingga kini belum menerima buku tersebut meskipun namanya tercantum di dalamnya.

"Dan sampai detik ini kita juga nggak dikasih buku," imbuhnya.

Gus Kautsar menilai, pencantuman nama seseorang dalam sebuah karya semestinya didahului dengan komunikasi atau konfirmasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan izin sekaligus mengetahui konteks pernyataan yang digunakan.

"Harusnya kan ketika kami dicantumkan di satu bagian, kita harus dikonfirmasi dulu. Diizinkan atau tidak, itu urusan kemudian. Tapi titik poinnya itu kenapa tidak transparan," jelasnya.

Ia menegaskan, keberatannya bukan semata-mata karena namanya muncul dalam buku tersebut. Persoalan yang lebih mendasar adalah tidak adanya pemberitahuan mengenai tujuan wawancara dan penggunaannya dalam penerbitan buku.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi