Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Digadang Bawa Angin Segar Tumbuhnya Ekonomi Umat

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas menilai kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 dapat membawa angin segar bagi penguatan ekonomi umat.
Buya Anwar menyampaikan hal tersebut setelah Muktamar ke-35 NU menetapkan Miftachul Akhyar dan Gus Kikin untuk memimpin PBNU lima tahun ke depan. Ia berharap duet tersebut mampu ikut menjawab persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.
Menurut Buya Anwar, Miftachul Akhyar selama ini dikenal mengedepankan pendekatan dakwah yang sejuk, persuasif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan. Dakwah, kata dia, tidak semestinya hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan sosial dan kesejahteraan umat.
Baca Juga: Persis Punya Harapan Besar dari PBNU yang Baru
Miftachul Akhyar juga dinilai memiliki perhatian kuat terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Buya Anwar mengatakan, Rais Aam PBNU tersebut kerap mengingatkan bahwa lemahnya kondisi ekonomi umat dapat berdampak pada kemampuan umat dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar.
“Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU yang disampaikan oleh KH Miftachul Akhyar memberikan pesan mendalam. Beliau menegaskan bahwa tanpa kemandirian dan penguatan di bidang ekonomi serta bisnis, umat Islam akan sulit mencegah kemunduran,” ujar Buya Anwar dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Ia menilai gagasan tentang kemandirian ekonomi umat juga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya ekonomi nasional. Karena itu, Miftachul Akhyar disebut terus mendorong pemerintah untuk konsisten menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Buya Anwar berpandangan, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Menurut dia, kebijakan tersebut penting untuk mengurangi ketimpangan sosial yang dapat muncul akibat sistem ekonomi yang terlalu liberal.
Di sisi lain, kehadiran Gus Kikin dinilai dapat melengkapi gagasan tersebut. Latar belakang dan pengalaman Gus Kikin di bidang manajemen, ekonomi, dan bisnis dianggap menjadi modal penting untuk menerjemahkan visi ekonomi kerakyatan ke dalam program organisasi.
“Kombinasi antara KH Miftachul Akhyar yang kaya akan kearifan dakwah serta visi ekonomi kerakyatan dengan Gus Kikin yang berpengalaman manajerial akan menjadi kekuatan besar,” kata Buya Anwar.
Baca Juga: Profil Lengkap Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
Ia optimistis duet kepemimpinan tersebut dapat menjawab tantangan ketimpangan ekonomi umat sekaligus membawa NU menjadi organisasi yang sejuk, berkemajuan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gus Kikin sebelumnya ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sementara Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU. Keduanya kini akan menjalankan kepemimpinan NU dalam periode baru dengan salah satu tantangan penting berupa penguatan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





