Akurat Logo

Pemilihan Ketum PBNU Diperkirakan Berlangsung 30 Agustus, Tunggu Proses AHWA

Lufaefi | 30 Agustus 2026, 05:02 WIB
Pemilihan Ketum PBNU Diperkirakan Berlangsung 30 Agustus, Tunggu Proses AHWA
Ketua Panitia Muktamar NU ke 35 Tambakberas Jombang Gus Ipul - NU Online

AKURAT.CO Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 diperkirakan berlangsung pada Ahad (30/8/2026). Tahapan tersebut menunggu proses penentuan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pemilihan Ketua Umum PBNU ditargetkan dapat diselesaikan pada Minggu.

“Kalau pemilihan ketua umum jelas besok. Jadi, mudah-mudahan besok hari Minggu semuanya tuntas,” kata Gus Ipul di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026) malam.

Menurut Gus Ipul, pemilihan Rais Aam juga diperkirakan berlangsung pada hari yang sama. Namun, proses tersebut masih menunggu tabulasi hasil penentuan anggota AHWA.

Baca Juga: Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Bukan Langsung oleh Muktamirin

“Rasa-rasanya, mungkin ini perkiraan saya, mungkin belum, mungkin besok pagi karena masih belum tabulasi ya, tabulasi untuk AHWA,” ujarnya.

Setelah anggota AHWA ditetapkan, mereka akan melakukan sidang untuk menentukan Rais Aam PBNU. Rais Aam terpilih kemudian menjadi bagian dari tahapan berikutnya dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Setelah ada Rais Aam terpilih, nanti baru dimulai pemilihan ketua umum,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa terdapat pembahasan mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Salah satu opsi mempertahankan pola pemilihan seperti muktamar sebelumnya dengan prinsip one man, one vote.

Sementara opsi lainnya mengubah mekanisme tersebut sehingga suara diberikan berdasarkan wilayah dan cabang.

“Tapi kalau ada perubahan, nanti tidak lagi one man one vote, tapi satu wilayah satu, satu cabang bisa memilih sekurang-kurangnya lebih dari satu atau sebanyak-banyaknya berapa, tergantung keputusan muktamirin,” jelasnya.

Sebelumnya, Muktamar ke-35 NU membahas perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dalam perkembangan selanjutnya, forum muktamar melalui voting memutuskan Ketua Umum PBNU dipilih melalui mekanisme AHWA.

Gus Ipul menegaskan NU memiliki cukup banyak kader untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.

Baca Juga: KPK NU Klaim Kantongi Bukti Dugaan Jual Beli Suara di Muktamar NU

“NU tidak kekurangan kader untuk jamiyah ini ke depan,” ujarnya.

Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Selain memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031, forum tersebut membahas sejumlah agenda organisasi dan persoalan keumatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi