Akurat Logo

Gus Ubaid Minta Muktamar ke-35 NU Bebas Intervensi Pemerintah dan Konglomerasi

Lufaefi | 3 Juli 2026, 09:00 WIB
Gus Ubaid Minta Muktamar ke-35 NU Bebas Intervensi Pemerintah dan Konglomerasi
KH Ubaidillah Sodaqoh (Instagram @pondoktukusongo)

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Al Itqon Bugen Semarang, KH Ubaidullah Shodaqoh atau Gus Ubaid, meminta agar pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung tanpa intervensi pemerintah maupun tekanan dari kelompok konglomerasi. Menurutnya, Muktamar harus menjadi forum yang independen dan berorientasi pada kepentingan organisasi.

Menjelang pelaksanaan Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Gus Ubaid juga mengajak masyarakat mendoakan para kiai dan ulama agar tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah serta terhindar dari kepentingan pribadi.

"Kami meminta secara khusus agar kiai-kiai, alim ulama termasuk saya didoakan untuk bergerak di jalan yang lurus. Tidak dipenuhi hawa nafsu. Sehingga NU kembali kepada jalur dakwahnya," kata Gus Ubaid, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Lulus Cumlaude di Unair, Hj Lelly Kikin Ingatkan PBNU Kembali Berpegang pada Qonun Asasi NU

Ia menegaskan proses penyelenggaraan Muktamar harus dijaga dari campur tangan pihak luar agar keputusan yang dihasilkan benar-benar lahir dari mekanisme organisasi.

"Jangan sampai diintervensi pemerintah, dan jangan ada tekanan-tekanan dari unsur-unsur konglomerasi," ujarnya.

Terkait namanya yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Rais Aam PBNU, Gus Ubaid memilih tidak menanggapi secara serius. Ia menilai masih banyak ulama lain yang lebih layak mengemban amanah tersebut.

"Ndak, ndak. Saya ndak tahu itu. Masih banyak yang pintar-pintar. Ada Gus Akhyar juga," katanya.

Gus Ubaid menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepemimpinan PBNU kepada para kiai dan ulama yang memiliki hak menentukan arah organisasi dalam Muktamar mendatang.

Ia mengungkapkan selama ini masih rutin bertemu sejumlah pengurus PBNU, namun pertemuan tersebut tidak secara khusus membahas dinamika Muktamar.

"Dengan pengurus PBNU sering ketemu. Tidak ada bahasan yang serius," ungkapnya.

Baca Juga: PBNU Instruksikan Nahdliyin Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar ke-35 NU

Menanggapi munculnya sejumlah nama dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, termasuk KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gus Ubaid mengaku lebih sering berkomunikasi dengan Gus Yusuf.

"Dengan Cak Imin sudah ndak pernah bertemu. Kalau Gus Yusuf seringnya komunikasi, membahas perkembangan yang ada sekarang. Saya juga tahu kalau dia ikut mencalonkan diri di muktamar," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi