Gus Ubaid Minta Muktamar ke-35 NU Bebas Intervensi Pemerintah dan Konglomerasi

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Al Itqon Bugen Semarang, KH Ubaidullah Shodaqoh atau Gus Ubaid, meminta agar pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung tanpa intervensi pemerintah maupun tekanan dari kelompok konglomerasi. Menurutnya, Muktamar harus menjadi forum yang independen dan berorientasi pada kepentingan organisasi.
Menjelang pelaksanaan Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Gus Ubaid juga mengajak masyarakat mendoakan para kiai dan ulama agar tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah serta terhindar dari kepentingan pribadi.
"Kami meminta secara khusus agar kiai-kiai, alim ulama termasuk saya didoakan untuk bergerak di jalan yang lurus. Tidak dipenuhi hawa nafsu. Sehingga NU kembali kepada jalur dakwahnya," kata Gus Ubaid, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Lulus Cumlaude di Unair, Hj Lelly Kikin Ingatkan PBNU Kembali Berpegang pada Qonun Asasi NU
Ia menegaskan proses penyelenggaraan Muktamar harus dijaga dari campur tangan pihak luar agar keputusan yang dihasilkan benar-benar lahir dari mekanisme organisasi.
"Jangan sampai diintervensi pemerintah, dan jangan ada tekanan-tekanan dari unsur-unsur konglomerasi," ujarnya.
Terkait namanya yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Rais Aam PBNU, Gus Ubaid memilih tidak menanggapi secara serius. Ia menilai masih banyak ulama lain yang lebih layak mengemban amanah tersebut.
"Ndak, ndak. Saya ndak tahu itu. Masih banyak yang pintar-pintar. Ada Gus Akhyar juga," katanya.
Gus Ubaid menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepemimpinan PBNU kepada para kiai dan ulama yang memiliki hak menentukan arah organisasi dalam Muktamar mendatang.
Ia mengungkapkan selama ini masih rutin bertemu sejumlah pengurus PBNU, namun pertemuan tersebut tidak secara khusus membahas dinamika Muktamar.
"Dengan pengurus PBNU sering ketemu. Tidak ada bahasan yang serius," ungkapnya.
Baca Juga: PBNU Instruksikan Nahdliyin Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar ke-35 NU
Menanggapi munculnya sejumlah nama dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, termasuk KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gus Ubaid mengaku lebih sering berkomunikasi dengan Gus Yusuf.
"Dengan Cak Imin sudah ndak pernah bertemu. Kalau Gus Yusuf seringnya komunikasi, membahas perkembangan yang ada sekarang. Saya juga tahu kalau dia ikut mencalonkan diri di muktamar," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat





