Menuju Muktamar NU ke-35, Sejumlah Daerah Masuk Radar Tuan Rumah

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih mematangkan penentuan lokasi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut. Sejumlah daerah mulai masuk dalam daftar pertimbangan dan akan melalui proses kajian lebih lanjut sebelum keputusan final ditetapkan.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penetapan resmi mengenai lokasi Muktamar. Namun, hasil pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU sebelumnya telah menghasilkan beberapa rekomendasi awal.
Wilayah yang masuk dalam opsi penyelenggaraan antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, serta Jakarta.
Baca Juga: KH Afifuddin Muhajir Dorong Evaluasi Mekanisme Pemilihan Pengurus NU, Usulkan Penguatan Model AHWA
“Belum diputuskan sampai sekarang, tetapi rekomendasi hasil konbes kemarin itu telah menyebut beberapa titik untuk bisa disurvei, ditindaklanjuti, dan kemudian dipilih yang paling memungkinkan dalam waktu yang singkat ini,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa PBNU nantinya akan membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan serta konsultasi dengan jajaran pimpinan organisasi sebelum menetapkan lokasi definitif. Proses tersebut juga akan melibatkan pertimbangan dari Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU.
Menurutnya, pemilihan lokasi Muktamar tidak hanya mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan teknis penyelenggaraan, tetapi juga efektivitas pelaksanaan forum yang akan dihadiri berbagai unsur kepengurusan NU dari seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang agar mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda besar organisasi tersebut. Ia menilai Muktamar bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan ruang konsolidasi dan penguatan arah gerak jam’iyah ke depan.
Selain itu, ia juga mengimbau warga Nahdliyin agar lebih selektif menyikapi arus informasi yang berkembang di media sosial menjelang Muktamar.
“Di medsos itu ada yang benar, tapi ada yang separuh benar dan ada yang hoaks. Ada yang palsu, fitnah, tidak sesuai dengan kenyataan. Untuk itu kita sama-sama waspada,” katanya.
Baca Juga: KH Imam Jazuli Sebut Said Aqil Siradj Figur Visioner, Soroti Masa Depan NU Jelang Muktamar
Ia menegaskan keyakinannya bahwa NU memiliki tradisi dan mekanisme organisasi yang matang dalam menyelesaikan perbedaan pandangan secara internal.
“Saya percaya bahwa NU punya cara tertentu, punya cara untuk menyelesaikan berbagai perbedaan, punya mekanisme untuk mengambil keputusan yang akan menjadi kebaikan bersama, termasuk kebaikan jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









