Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Hijrahnya Rasulullah

AKURAT.CO Tahun Baru Islam yang diperingati setiap tanggal 1 Muharram merupakan salah satu momen penting dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dalam penanggalan, tetapi juga menjadi pengingat terhadap peristiwa bersejarah yang mengubah perjalanan peradaban Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Penetapan Tahun Baru Islam berakar pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut menjadi titik awal lahirnya masyarakat Islam yang kuat dan mandiri, sekaligus menandai babak baru dalam perkembangan dakwah Islam.
Sebelum adanya kalender Hijriah, masyarakat Arab belum memiliki sistem penanggalan baku yang digunakan secara luas. Mereka biasanya menandai suatu peristiwa berdasarkan kejadian-kejadian besar, seperti Tahun Gajah yang menjadi tahun kelahiran Rasulullah SAW.
Ketika Islam berkembang dan wilayah kekuasaan Muslim semakin luas, kebutuhan akan sistem penanggalan yang resmi menjadi semakin mendesak. Hal ini terutama berkaitan dengan administrasi pemerintahan, surat-menyurat, dan pencatatan berbagai peristiwa penting.
Pada masa pemerintahan Khalifah kedua, yakni Umar bin Khattab, muncul usulan untuk menetapkan kalender resmi bagi umat Islam. Sejumlah sahabat kemudian bermusyawarah untuk menentukan peristiwa apa yang layak dijadikan titik awal penanggalan Islam.
Baca Juga: 45 Tema Peringatan 1 Muharram 1448 H untuk Berbagai Acara
Berbagai usulan sempat muncul, mulai dari tahun kelahiran Rasulullah SAW, tahun diangkatnya beliau sebagai nabi, hingga tahun wafatnya Rasulullah SAW.
Namun setelah melalui pembahasan yang panjang, para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai awal kalender Islam.
Keputusan tersebut diambil karena hijrah dipandang sebagai momentum paling penting dalam sejarah Islam. Hijrah bukan hanya perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah, tetapi juga simbol perubahan besar dalam perjuangan umat Islam.
Di Madinah, Rasulullah SAW berhasil membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam, mempererat persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar, serta menyusun fondasi pemerintahan yang adil dan berkeadaban. Karena itulah, hijrah dianggap sebagai titik awal kebangkitan umat Islam.
Meski peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, para sahabat menetapkan bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriah.
Alasannya, Muharram merupakan bulan pertama setelah musim haji dan menjadi waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan umat Islam.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun telah ditetapkan sejak penciptaan langit dan bumi:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, kedatangan bulan Muharram selalu disambut dengan berbagai amalan ibadah dan kegiatan keagamaan.
Peristiwa hijrah sendiri mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Hijrah mengajarkan pentingnya pengorbanan demi mempertahankan keimanan, keberanian menghadapi tantangan, serta keyakinan bahwa pertolongan Allah SWT akan selalu menyertai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya.
Allah SWT mengabadikan salah satu momen hijrah Rasulullah SAW dalam firman-Nya:
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Artinya: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40).
Ayat tersebut merujuk pada peristiwa ketika Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi di Gua Tsur saat dikejar kaum Quraisy dalam perjalanan hijrah menuju Madinah.
Baca Juga: 55 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H Penuh Hikmah untuk Berbagai Acara
Karena itu, Tahun Baru Islam sejatinya bukan hanya perayaan pergantian kalender, melainkan momentum untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW.
Umat Islam diajak untuk berhijrah dari perilaku buruk menuju akhlak yang lebih baik, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari kelalaian menuju ketaatan kepada Allah SWT.
Memahami sejarah penetapan Tahun Baru Islam dan peristiwa hijrah Rasulullah SAW akan membantu umat Islam memaknai 1 Muharram secara lebih mendalam.
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan pengingat akan perjuangan, pengorbanan, dan semangat perubahan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW untuk seluruh umat manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta



