Akurat Logo

Menhaj Minta Calon Jamaah Haji 2027 Jaga Kebugaran: Tahun Ini Kami Kewalahan Hadapi Masalah Kesehatan

Lufaefi | 10 Juni 2026, 06:11 WIB
Menhaj Minta Calon Jamaah Haji 2027 Jaga Kebugaran: Tahun Ini Kami Kewalahan Hadapi Masalah Kesehatan
Menteri Haji dan Umrah (Instagram @pak.menhaj)

AKURAT.CO Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, mengingatkan calon jamaah haji Indonesia tahun 2027 agar tidak hanya mempersiapkan manasik dan pemahaman fikih haji, tetapi juga menjaga kebugaran fisik sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Pesan tersebut disampaikan Gus Irfan saat menyambut kedatangan Musyrif Din di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, kesiapan fisik merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

“Untuk calon jemaah kita yang akan berangkat tahun 2027 ini, harapan kita, permintaan kita, pesan kita, satu persiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Irfan.

Ia menjelaskan bahwa persiapan ibadah haji tidak cukup hanya dengan mempelajari tata cara pelaksanaan manasik dan memperdalam pemahaman fikih agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat. Kondisi fisik yang prima juga menjadi kebutuhan utama mengingat beratnya aktivitas selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Baca Juga: Timwas Haji DPR: Istitha'ah Kesehatan Harus Diperketat, Masih Banyak Jemaah Lansia dengan Penyakit Kronis Tetap Berangkat

“Kami minta sekali lagi calon haji kita, selain mempersiapkan manasik dan fikihnya juga persiapan fisiknya. Fisik tetap sangat diperlukan karena jemaah haji, ibadah haji ini diperlukan kesiapan fisik juga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Gus Irfan mengungkapkan bahwa selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, petugas haji Indonesia menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang dialami jamaah.

“Tahun ini kami agak kewalahan dengan faktor kesehatan jemaah,” ungkapnya.

Kondisi kesehatan jamaah memang menjadi perhatian serius pemerintah. Cuaca ekstrem, aktivitas ibadah yang padat, serta tingginya jumlah jamaah lanjut usia menjadi tantangan tersendiri selama pelaksanaan haji di Arab Saudi.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah wafatnya seorang jamaah haji asal Banyuwangi, Jawa Timur, bernama Syuwandi bin Saji (78). Jamaah yang tergabung dalam Kloter 84 tersebut meninggal dunia pada Minggu (7/6/2026) pukul 23.55 Waktu Arab Saudi (WAS) di King Faisal Hospital, Makkah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Syuwandi mengalami ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI), yakni serangan jantung akut berat yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner.

Data kesehatan jamaah Banyuwangi juga menunjukkan tingginya kelompok berisiko tinggi. Hingga 8 Juni 2026, dari total 1.317 jamaah yang tergabung dalam Kloter 82 hingga 85, sebanyak 401 orang atau sekitar 30,4 persen masuk kategori risiko tinggi dan memerlukan pemantauan kesehatan secara intensif.

Selain kasus kematian, sejumlah jamaah lainnya juga sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan Arab Saudi akibat berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, dehidrasi, hingga kelelahan fisik setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Baca Juga: Timwas Haji DPR Soroti Manajemen Hotel dan Transportasi di Madinah untuk Jemaah Gelombang Dua

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah berharap calon jamaah haji tahun 2027 mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak sekarang melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, pemeriksaan kesehatan berkala, serta menjaga asupan gizi yang baik. Langkah tersebut dinilai penting agar jamaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan spiritual dan pemahaman keagamaan, tetapi juga oleh kesiapan fisik yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan selama berada di Tanah Suci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi