Akurat Logo

Badal Haji Fiktif Terbongkar, Kemenhaj dan KJRI OTT Oknum KBIH, Kerugian Capai Rp1,4 Miliar

Lufaefi | 9 Juni 2026, 07:20 WIB
Badal Haji Fiktif Terbongkar, Kemenhaj dan KJRI OTT Oknum KBIH, Kerugian Capai Rp1,4 Miliar
Jemaah Haji Indonesia Lontar Jumroh di Mina (ANTARA)

AKURAT.CO Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berhasil mengungkap dugaan praktik penipuan badal haji dan penggelapan dana dam yang melibatkan oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) di Arab Saudi.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim perlindungan jamaah Kemenhaj dan KJRI Jeddah, aparat mengamankan seorang oknum KBIH yang diduga menjalankan praktik badal haji fiktif dengan nilai transaksi mencapai Rp1,4 miliar.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, membenarkan adanya penindakan tersebut. Menurutnya, pelaku diduga bekerja sama dengan mukimin atau warga negara Indonesia yang menetap di Arab Saudi untuk menjalankan aksinya.

"Iya, memang betul. Tadi malam tim perlindungan jamaah dari Kementerian Haji dan Umrah bersama tim KJRI melakukan OTT terhadap oknum KBIH terkait praktik dam dan badal haji. Nilai transaksi yang berhasil kami ungkap hampir mencapai Rp1,4 miliar," ujar Dahnil, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Menhaj: Kuota Haji Indonesia 2027 Tetap Mengacu 221 Ribu Jamaah

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, oknum tersebut menawarkan layanan badal haji kepada sekitar 140 jamaah dengan tarif Rp10 juta per orang. Namun, program yang ditawarkan diduga tidak pernah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Dahnil menegaskan bahwa tarif yang dipatok pelaku sangat tidak rasional dan menjadi indikasi kuat adanya unsur penipuan.

"Kalau ada yang menawarkan badal haji hanya Rp10 juta per orang, itu patut dicurigai. Haji Dakhili untuk warga lokal Arab Saudi saja biayanya bisa mencapai Rp40 juta lebih. Jadi secara logika sangat tidak mungkin badal haji dapat dilakukan dengan biaya semurah itu," katanya.

Menurut Dahnil, banyak jamaah yang menjadi korban karena kurang memahami mekanisme pelaksanaan badal haji yang sah dan sesuai ketentuan syariat maupun regulasi pemerintah Arab Saudi.

Saat ini, pelaku beserta sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai hasil transaksi, telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Kementerian Haji dan Umrah juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam praktik serupa.

Pemerintah menegaskan akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan ibadah haji yang merugikan jamaah. Selain berpotensi menimbulkan kerugian materi, praktik badal haji fiktif dinilai dapat mencederai nilai-nilai ibadah dan kepercayaan masyarakat.

Kemenhaj mengimbau seluruh jamaah agar berhati-hati terhadap tawaran jasa badal haji maupun pengelolaan dam yang tidak memiliki legalitas jelas. Jamaah diminta memastikan seluruh layanan dilakukan melalui lembaga resmi dan pihak yang telah mendapat izin dari otoritas terkait.

Baca Juga: Oknum KBIH Diduga Terlibat Penipuan Dam dan Badal Haji Rp1,4 Miliar, Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok layanan ibadah yang kerap muncul pada musim haji. Pemerintah memastikan pengawasan akan terus diperketat guna melindungi jamaah Indonesia di Tanah Suci.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang belum mengungkap identitas lengkap para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi