Akurat Logo

Jemaah Haji Keluhkan Pelayanan di Mina, Sebut Tenda Dipindahkan Mendadak dan Konsumsi Terlambat

Lufaefi | 28 Mei 2026, 18:36 WIB
Jemaah Haji Keluhkan Pelayanan di Mina, Sebut Tenda Dipindahkan Mendadak dan Konsumsi Terlambat
Jemaah Haji Indonesia di Mina (Facebook @Hijab_Musdalifah)

AKURAT.CO Keluhan terkait pelayanan jemaah haji Indonesia di Mina kembali mencuat. Seorang jemaah haji Indonesia mengungkapkan pengalaman yang dialaminya melalui media sosial, mulai dari pemindahan tenda secara mendadak hingga keterlambatan distribusi konsumsi selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Mina.

Keluhan tersebut disampaikan oleh akun Facebook atas nama Hijab Musdalifah yang diunggah pada Kamis (28/5/2026). Dalam unggahannya, ia menyayangkan adanya permasalahan pelayanan yang dinilai mencoreng perjalanan ibadah haji tahun ini.

“Sayang sekali ya, perjalanan haji jemaah tercoreng luka. Sudah ada tenda di Mina, tahu-tahu disuruh pindah dan efeknya banyak yang tidak dapat tempat. Ada apa dengan pengurus haji 2026?” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Jemaah Asal Medan Terlantar di Luar Tenda Mina, Timwas Haji DPR Akan Panggil Kemenhaj

Hijab Musdalifah menjelaskan bahwa dirinya dan rombongan merupakan jemaah resmi yang memiliki kartu Nusuk dan terdaftar pada Maktab 33. Ia membantah anggapan bahwa jemaah yang berada di luar tenda merupakan jemaah ilegal.

Menurutnya, persoalan bermula ketika rombongan kembali dari Muzdalifah dan mendapati tenda yang sebelumnya ditempati tidak lagi dapat digunakan. Akibatnya, sejumlah jemaah harus dipindahkan ke lokasi lain yang dinilai kurang memadai.

“Mau meluruskan, semua punya Nusuk. Itu yang di belakang adalah tenda haji Maktab 33. Kami terusir dari tenda setelah serangkaian drama saat kami kembali dari Musdalifah. Jadi bukan haji ilegal. Semua resmi, hanya hak saja yang tidak terpenuhi oleh pemerintah dengan berbagai alasan,” tulisnya.

Ia juga mengeluhkan pelayanan konsumsi yang menurutnya tidak berjalan sesuai jadwal. Dalam keterangannya, makanan baru diberikan setelah jemaah berulang kali meminta kepada petugas.

“Makan juga harus diminta berkali-kali baru dapat. Tenda dirampas, ditempatkan di tempat tidak layak. Dikasih makan tidak tepat waktu dan lambat. Jadi berhaji harus sabar. Semoga pengurus tahun berikutnya amanah,” lanjutnya.

Keluhan tersebut muncul di tengah sorotan sejumlah pihak terhadap penyelenggaraan layanan haji pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Baca Juga: Pungli Jemaah Haji

Sebelumnya, Tim Pengawas Haji DPR RI juga menemukan sejumlah persoalan di lapangan, termasuk keterbatasan kapasitas tenda, keterlambatan transportasi, dan distribusi konsumsi bagi jemaah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah maupun Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terkait keluhan yang disampaikan jemaah tersebut.

Namun, berbagai temuan dan laporan dari lapangan diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun mendatang.

Puncak ibadah haji 1447 H saat ini masih berlangsung dengan jutaan jemaah dari berbagai negara menjalani rangkaian ibadah di Mina, termasuk mabit dan lempar jumrah pada hari-hari tasyrik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi