Musyrif Dini Minta Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Saat Wukuf di Arafah

AKURAT.CO Musyrif Dini Haji 2026, Asrorun Niam Sholeh mengajak jemaah haji Indonesia memanfaatkan momentum wukuf di Arafah dengan memperbanyak amalan ibadah, seperti doa, zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an.
Menurut Niam, Hari Arafah merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa dalam rangkaian ibadah haji.
“Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab. Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Gunakan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama,” ujar Niam di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Wukuf Jadi Penentu Sah Haji, Jemaah Diminta Jaga Fisik dan Mental Jelang Armuzna
Ia menjelaskan, jemaah mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah pada 8 Zulhijah agar seluruh peserta haji dapat tiba tepat waktu tanpa ada yang tertinggal.
Niam menegaskan, wukuf merupakan rukun utama dalam ibadah haji sehingga memerlukan kesiapan fisik dan mental yang matang.
“Tanpa kehadiran fisik di Arafah pada tanggal tersebut, ibadah haji tidak sah,” katanya.
Setelah prosesi wukuf, jemaah akan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk mabit sebelum bergerak menuju Mina guna melaksanakan lontar jumrah dan mabit selama hari tasyrik.
Guru Besar Bidang Fikih itu juga mengapresiasi skema baru pergerakan jemaah dari Arafah yang dinilai lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kemaslahatan jemaah.
“Pengaturan ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan yang tetap berada dalam koridor ketentuan syariah,” ujarnya.
Dalam skema tersebut, jemaah dibagi menjadi tiga kelompok perjalanan, termasuk jemaah dengan uzur syar’i yang diperbolehkan langsung menuju Mina tanpa mabit di Muzdalifah.
Selain itu, Niam mengingatkan jemaah agar mengikuti jadwal pelemparan jumrah yang telah diatur maktab dan syarikah demi menghindari kepadatan dan cuaca panas.
Baca Juga: Menko PM Minta Jemaah Haji Prioritaskan Kesehatan dan Stamina Saat Ibadah di Armuzna
“Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari (zuhur), itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh maktab dan syarikah demi keselamatan dan kenyamanan jamaah,” tuturnya.
Ia pun meminta jemaah tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.
“Kepatuhan pada jadwal dan pengaturan yang telah ditetapkan adalah bagian dari menjaga keselamatan jamaah sekaligus tetap dalam koridor syariat,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








