Akurat Logo

Wukuf Jadi Penentu Sah Haji, Jemaah Diminta Jaga Fisik dan Mental Jelang Armuzna

Lufaefi | 26 Mei 2026, 05:19 WIB
Wukuf Jadi Penentu Sah Haji, Jemaah Diminta Jaga Fisik dan Mental Jelang Armuzna
Wukuf di Arafah butuh kesiapan fisik (Makkah Madinah)

AKURAT.CO Musyrif Dini Haji Indonesia 2026, Asrorun Niam Sholeh mengingatkan jemaah haji Indonesia agar mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang puncak ibadah haji di Arafah pada 9 Zulhijah. Menurutnya, wukuf merupakan rukun utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji.

“Wukuf di Arafah adalah rukun utama dalam ibadah haji. Tanpa kehadiran fisik di Arafah pada tanggal tersebut, ibadah haji tidak sah. Karena itu, perlu kesiapan fisik dan mental yang matang,” ujar Niam, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, jemaah mulai bergerak secara bertahap menuju Arafah pada 8 Zulhijah sesuai pengaturan dari otoritas haji agar seluruh jemaah dapat tiba tepat waktu.

Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, salawat, membaca Al-Qur’an, salat sunah, hingga muhasabah diri. Niam menekankan bahwa Hari Arafah merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.

Baca Juga: Menko PM Minta Jemaah Haji Prioritaskan Kesehatan dan Stamina Saat Ibadah di Armuzna

“Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab. Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Gunakan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas kesalahan,” katanya.

Usai wukuf, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lontar jumrah dan mabit selama hari tasyrik.

Niam juga mengapresiasi perbaikan skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina yang dinilai lebih memperhatikan aspek keselamatan serta ketentuan syariat.

“Pengaturan ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan yang tetap berada dalam koridor ketentuan syariah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jemaah dibagi dalam tiga kelompok perjalanan, yakni jemaah yang mabit di Muzdalifah hingga tengah malam, jemaah yang melintas Muzdalifah di atas bus karena tiba lewat tengah malam, serta jemaah dengan uzur syar’i yang langsung menuju Mina.

Selain itu, Niam mengingatkan jemaah agar mengikuti jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan maktab dan syarikah demi menghindari kepadatan dan cuaca panas ekstrem.

Baca Juga: Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah Hari Ini, Jemaah Diminta Taati Aturan

“Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari, itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

“Kepatuhan pada jadwal dan pengaturan yang telah ditetapkan adalah bagian dari menjaga keselamatan jemaah sekaligus tetap dalam koridor syariat,” tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi