Akurat Logo

Arab Saudi Raup Ratusan Triliun dari Haji dan Umrah, Ini Besarnya Dampak Ekonomi bagi Kerajaan

Lufaefi | 17 Mei 2026, 11:30 WIB
Arab Saudi Raup Ratusan Triliun dari Haji dan Umrah, Ini Besarnya Dampak Ekonomi bagi Kerajaan
Masjidil Haram Makkah (MCH)

AKURAT.CO Arab Saudi tidak hanya dikenal sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia, tetapi juga memperoleh pendapatan besar dari sektor ibadah haji dan umrah.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Makkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerajaan dalam skala sangat besar.

Laporan Le Monde Diplomatique menyebutkan pendapatan Arab Saudi dari penyelenggaraan ibadah haji mencapai sekitar USD10 miliar hingga USD15 miliar per tahun atau setara Rp165,4 triliun hingga Rp248,2 triliun. Angka tersebut menjadikan sektor haji sebagai salah satu sumber pemasukan terbesar negara setelah minyak dan gas.

Selain haji, Arab Saudi juga memperoleh pemasukan besar dari ibadah umrah. Diperkirakan sekitar 8 juta jamaah umrah menyumbang pendapatan mencapai USD4 miliar hingga USD5 miliar per tahun. Aktivitas ekonomi itu berasal dari hotel, transportasi, katering, penerbangan, perdagangan, hingga jasa pelayanan jamaah.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, DPR Minta Fasilitas Medis Diperkuat

Pemerintah Arab Saudi terus melakukan modernisasi besar-besaran di kawasan kota suci. Berbagai proyek infrastruktur dibangun untuk menampung jutaan jamaah yang datang setiap musim haji maupun sepanjang tahun untuk umrah.

Saat ini, kawasan Makkah dipenuhi hotel-hotel bertingkat, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga jaringan transportasi modern. Perluasan Masjidil Haram juga dilakukan agar mampu menampung jutaan jamaah dalam satu waktu.

Dana Investasi Publik Arab Saudi bahkan menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan fasilitas penunjang ibadah. Langkah ini sejalan dengan program Vision 2030 yang digagas Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, guna mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap sektor minyak.

Melalui program tersebut, Arab Saudi menargetkan jumlah jamaah umrah mencapai 30 juta orang per tahun pada 2030. Wisata religi pun diproyeksikan menjadi salah satu sektor ekonomi utama kerajaan di masa depan.

Besarnya perputaran uang dari sektor haji dan umrah juga berdampak langsung pada sektor swasta di Makkah dan Madinah. Kamar Dagang dan Industri Makkah menyebut sekitar 25 hingga 30 persen pendapatan sektor swasta di kota-kota suci berasal dari aktivitas haji dan umrah.

Namun di balik besarnya manfaat ekonomi tersebut, modernisasi kota suci juga menuai perhatian. Sejumlah pengamat menilai perubahan wajah Makkah yang dipenuhi gedung pencakar langit dan hotel mewah membuat nuansa historis kota suci perlahan berkurang.

Baca Juga: Menhaj Lepas Musrif Diny ke Tanah Suci, Siap Jadi Penjaga Kualitas Ibadah Jemaah Haji Indonesia

Meski demikian, pemerintah Saudi menilai pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan penting untuk memastikan pelayanan jutaan jamaah tetap aman, nyaman, dan tertata.

Ibadah haji sendiri merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi umat Islam yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Karena itu, tingginya minat umat Islam dunia untuk berhaji membuat sektor ini diperkirakan akan terus menjadi sumber ekonomi strategis bagi Arab Saudi pada masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi