Akurat Logo

DPR Soroti Problematik Haji 2026: Dari Keterlambatan Makanan hingga Pemisahan Hotel Jemaah Satu Kloter

Lufaefi | 17 Mei 2026, 08:30 WIB
DPR Soroti Problematik Haji 2026: Dari Keterlambatan Makanan hingga Pemisahan Hotel Jemaah Satu Kloter
Masjidil Harom Makkah, Arab Saudi (MCH)

AKURAT.CO Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Abdul Wachid, menyoroti sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Meski mengapresiasi peningkatan layanan di Madinah dan Makkah dibanding tahun sebelumnya, DPR mencatat masih adanya problem teknis yang dikeluhkan jemaah Indonesia.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah keterlambatan distribusi makanan sambutan atau welcome meal bagi jemaah yang baru tiba di pemondokan.

Menurut Abdul Wachid, kondisi tersebut cukup berdampak terhadap fisik jemaah, terutama setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia menuju Arab Saudi.

“Jemaah menempuh perjalanan sekitar 10 jam ke Madinah tentu dalam kondisi lelah dan lapar. Ketika makanan sambutan terlambat datang, ada jemaah yang akhirnya belum sempat makan dengan baik. Ini menjadi catatan penting agar pelayanan haji ke depan semakin maksimal,” ujarnya sebelum bertolak ke Tanah Suci bersama Timwas Haji DPR RI dari Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, DPR Minta Fasilitas Medis Diperkuat

Selain persoalan katering, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut juga menyoroti masalah pemisahan hotel jemaah dalam satu kelompok terbang atau kloter. Sejumlah jemaah dilaporkan terpisah dari rombongan asalnya saat pembagian kamar di pemondokan.

Permasalahan itu sempat ramai disampaikan masyarakat melalui kanal pengaduan layanan haji. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan jemaah, tetapi juga berdampak pada distribusi layanan lain, termasuk katering harian.

Menurut Abdul Wachid, persoalan tersebut banyak terjadi pada jemaah pengganti atau jemaah susulan yang menggantikan calon jemaah batal berangkat.

Karena itu, DPR meminta adanya percepatan sinkronisasi data antara petugas haji di Indonesia dan otoritas pelayanan di Arab Saudi agar penempatan hotel jemaah bisa lebih tertata.

“Data jemaah susulan harus segera disinkronkan antara pihak Saudi dan Indonesia supaya tidak menimbulkan persoalan pelayanan di lapangan,” katanya.

Baca Juga: Menhaj Lepas Musrif Diny ke Tanah Suci, Siap Jadi Penjaga Kualitas Ibadah Jemaah Haji Indonesia

Meski demikian, Timwas Haji DPR RI tetap mengapresiasi berbagai peningkatan layanan haji tahun ini, mulai dari transportasi hingga fasilitas pemondokan yang dinilai lebih baik dibanding musim haji sebelumnya.

DPR menegaskan berbagai catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia pada masa mendatang, terutama terkait kenyamanan, konsumsi, dan penataan akomodasi kloter di Tanah Suci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi