Akurat Logo

Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Dinilai Tidak Adil, Ini Hukumnya dalam Islam

Lufaefi | 13 Mei 2026, 05:38 WIB
Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Dinilai Tidak Adil, Ini Hukumnya dalam Islam
Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI (Google Image)

AKURAT.CO Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Pontianak, Kalimantan Barat, terus menuai sorotan publik.

Insiden yang melibatkan salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, viral di media sosial setelah jawaban yang dinilai benar justru dianggap salah oleh dewan juri.

Peristiwa tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota MPR RI yang menilai sikap juri mencerminkan ketidakadilan dan tidak mencerminkan nilai demokrasi yang menjadi ruh Empat Pilar Kebangsaan.

Dalam tayangan diskusi televisi nasional, Anggota MPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyebut penyelenggaraan lomba tersebut perlu dievaluasi secara serius, bahkan diulang.

“Apa yang kita lihat bersama bahwa dalam video tersebut juri tidak mendengarkan protes ataupun ketidakpuasan dari salah satu peserta kemudian tidak ditanggapi, itu mencerminkan tidak demokratisnya acara tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Hantavirus, Pemprov Jakarta Perlu Gencarkan Gerakan Hidup Sehat

Kontroversi bermula ketika Josepha dari Grup C memperoleh pengurangan nilai minus lima atas jawaban yang secara substansi dianggap benar oleh banyak pihak.

Sementara itu, kelompok lain justru memperoleh nilai penuh untuk jawaban serupa. Ketimpangan penilaian itu kemudian memantik reaksi publik dan dianggap mencederai semangat objektivitas dalam perlombaan akademik.

Banyak warganet mempertanyakan profesionalitas dewan juri, terlebih karena lomba tersebut membawa nama lembaga negara dan bertujuan menanamkan nilai keadilan, demokrasi, serta konstitusi kepada generasi muda.

Dalam perspektif Islam, keadilan merupakan prinsip fundamental yang wajib dijaga, termasuk dalam memberi penilaian, keputusan, maupun perlakuan terhadap orang lain. Islam secara tegas melarang sikap zalim, berat sebelah, atau memutuskan sesuatu berdasarkan hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.”
(QS. An-Nahl: 90)

Ayat tersebut menjadi landasan utama bahwa keadilan tidak hanya berlaku dalam pengadilan, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan sosial, termasuk pendidikan dan perlombaan.

Dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman:

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا

“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil.”
(QS. Al-An’am: 152)

Menurut para ulama tafsir, perintah berlaku adil mencakup ucapan, keputusan, kesaksian, hingga penilaian terhadap seseorang. Karena itu, seorang juri dalam perlombaan memiliki amanah moral untuk menilai secara objektif dan tidak memihak.

Rasulullah SAW juga memperingatkan keras bahaya ketidakadilan. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Nabi bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.”

Pakar pendidikan Islam menilai, perlombaan akademik sejatinya bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga pendidikan karakter, sportivitas, dan penghormatan terhadap kebenaran.

Baca Juga: MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Akui Ada Kelalaian

Ketika peserta yang benar justru disalahkan tanpa ruang klarifikasi yang adil, maka hal tersebut dapat melukai rasa kepercayaan siswa terhadap sistem penilaian.

Di media sosial, banyak netizen menyayangkan sikap juri yang dianggap arogan dan tidak membuka ruang dialog. Sebagian bahkan menyebut peristiwa itu bertentangan dengan semangat Empat Pilar MPR RI yang menjunjung demokrasi dan keadilan sosial.

Hingga kini, polemik LCC Empat Pilar tersebut masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terlebih dalam ajang pendidikan yang membawa nama institusi negara dan bertujuan membentuk karakter generasi muda yang kritis, jujur, dan adil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi