Mengapa Ucapan Minal Aidin Wal Faizin Selalu Diikuti Mohon Maaf Lahir dan Batin? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Menjelang Hari Raya Idul Fitri, gema ucapan selamat merayakan kemenangan mulai memenuhi pesan singkat dan media sosial.
Salah satu kalimat yang paling populer di Indonesia adalah "Minal Aidin Wal Faizin" yang hampir selalu disambung dengan kalimat "Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Baca Juga: Ketahui Makna dan Arti Minal Aidin wal Faizin, Ternyata Artinya Bukan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin'
Banyak orang mengira bahwa "Minal Aidin Wal Faizin" memiliki arti "Mohon Maaf Lahir dan Batin" dalam bahasa Arab.
Padahal, secara harfiah keduanya memiliki makna yang berbeda namun saling melengkapi.
Lantas, mengapa kedua kalimat ini seolah tidak bisa dipisahkan dalam tradisi Lebaran kita? Simak penjelasannya berikut ini.
Makna Asli Minal Aidin Wal Faizin
Secara linguistik, kalimat Minal Aidin Wal Faizin berasal dari bahasa Arab, namun kalimat lengkapnya adalah:
Ja’alanallahu minal aidin wal faizin.
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada kesucian/fitrah) dan orang-orang yang meraih kemenangan."
Minal Aidin: Berarti "termasuk orang-orang yang kembali". Maknanya adalah kembali menjadi suci setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah.
Wal Faizin: Berarti "dan orang-orang yang menang". Maknanya adalah menang melawan hawa nafsu dan berhak mendapatkan pahala serta rida Allah SWT.
Jadi, kalimat ini sebenarnya adalah sebuah doa dan harapan agar amal ibadah kita selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Alasan Mengapa Disambung dengan "Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Meskipun dalam struktur bahasa Arab keduanya tidak berkaitan langsung, penyatuan kalimat ini di Indonesia merupakan hasil akulturasi budaya dan pemahaman keagamaan yang mendalam. Berikut alasannya:
1. Penyempurnaan Hubungan Vertikal dan Horizontal
Dalam Islam, Idul Fitri adalah momen untuk membersihkan diri. Minal Aidin merujuk pada pembersihan dosa kepada Allah (hablum minallah).
Namun, dosa kepada sesama manusia (hablum minannas) tidak akan terhapus jika tidak ada saling memaafkan. Itulah mengapa kalimat doa tersebut diikuti dengan permohonan maaf yang tulus secara fisik (lahir) dan jiwa (batin).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






