Belajar Bersyukur: Kunci Hidup Tenang di Tengah Tekanan Zaman

AKURAT.CO Setiap orang tahu bahwa bersyukur itu penting. Namun, di tengah tekanan hidup, tuntutan kerja, dan keinginan untuk terus “naik level”, rasa syukur sering kali tenggelam di antara keluhan dan perbandingan.
Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan bersyukur membawa banyak manfaat.
Orang yang rutin mengungkapkan rasa syukur cenderung lebih bahagia, sehat secara fisik maupun mental, memiliki hubungan sosial yang lebih baik, dan bahkan tidur lebih nyenyak.
Rasa syukur mampu mengubah cara pandang kita terhadap hidup, dari yang serba kurang menjadi cukup, bahkan melimpah. Namun, untuk benar-benar hidup dengan penuh rasa syukur, dibutuhkan latihan dan kesadaran.
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa mulai kamu lakukan dari sekarang.
1. Sadari bahwa “cukup” adalah berkah
Kita hidup di dunia yang terus mendorong untuk memiliki lebih banyak, lebih uang, prestasi, dan pengaruh. Akibatnya, standar “cukup” pun bergeser dan rasa puas menjadi langka.
Padahal, ada kebebasan besar dalam menyadari bahwa kita sudah memiliki cukup: cukup makanan, cukup waktu, cukup kasih sayang. Rasa syukur sejati tumbuh ketika kita berhenti mengejar “lebih”, dan mulai menghargai apa yang sudah dimiliki.
2. Izinkan diri menginginkan lebih sedikit
Ingin lebih sedikit bukan berarti menyerah, melainkan belajar membedakan mana yang benar-benar penting.
Baca Juga: Luca Marini Optimistis Prototipe Honda 2026 Lebih Kompetitif, Lebih Baik dari Motor Sekarang
Ketika kita berhenti mengejar hal-hal yang tidak perlu, energi dan perhatian dapat dialihkan pada hal yang lebih bermakna, seperti kesehatan, keluarga, atau waktu untuk diri sendiri.
Dengan begitu, kita bisa lebih menghargai hal-hal sederhana yang selama ini terlewat.
3. Hadir sepenuhnya di saat ini
Sering kali kita terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kekhawatiran akan masa depan, hingga lupa menikmati apa yang ada di depan mata.
Mulailah dengan hal-hal kecil: rasakan aroma kopi di pagi hari, dengarkan lagu favorit dengan penuh kesadaran, atau benar-benar mendengarkan ketika orang lain berbicara.
Ketika kita hadir sepenuhnya, alasan untuk bersyukur akan muncul dengan sendirinya.
4. Lihat ke belakang dan sadari sejauh apa kamu telah berjalan
Coba ingat masa-masa ketika kamu masih berharap punya kehidupan seperti sekarang.
Mungkin dulu kamu mendambakan pekerjaan yang stabil, lingkungan yang mendukung, atau kepercayaan diri yang lebih besar, dan kini, sebagian dari itu sudah kamu miliki.
Mengenang perjalanan yang telah dilalui membuat kita lebih menghargai diri sendiri dan kehidupan yang sedang dijalani.
5. Hargai hal-hal kecil
Kebahagiaan tidak selalu datang dari momen besar. Kadang justru dari hal-hal sederhana: matahari sore, tawa teman, atau pelukan hangat.
Luangkan waktu setiap hari untuk benar-benar memperhatikan momen-momen kecil itu. Dengan begitu, kita akan lebih mudah merasa cukup tanpa perlu sesuatu yang spektakuler.
6. Luangkan waktu untuk refleksi
Tidak perlu lama. Lima menit sebelum tidur sudah cukup untuk menulis tiga hal yang kamu syukuri hari ini.
Rutinitas kecil ini membantu otak terbiasa melihat sisi positif dari hidup, bukan hanya yang kurang.
7. Bagikan rasa syukur pada orang lain
Ucapan sederhana seperti “terima kasih sudah bantu hari ini” atau “aku bersyukur punya kamu” bisa memberi dampak besar.
Selain membuat orang lain senang, mengekspresikan rasa syukur memperkuat hubungan dan menularkan energi positif di sekitar kita.
Baca Juga: POCO Luncurkan POCO M7 di Indonesia, Unggulkan Baterai Jumbo 7.000 mAh dan Ekspansi RAM 16GB
8. Ubah cara berbicara, ubah cara berpikir
Bahasa membentuk pola pikir. Coba ubah kalimat “aku harus kerja” menjadi “aku berkesempatan untuk bekerja”.
Perubahan kecil dalam kata-kata bisa mengubah cara pandang terhadap hidup, dari beban menjadi kesempatan.
Bersyukur bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi menyadari bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada pelajaran dan hal yang bisa dihargai.
Mulailah dari hal kecil, lakukan setiap hari, dan biarkan rasa syukur menuntunmu menuju kehidupan yang lebih tenang, penuh makna, dan bahagia.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







