Skandal Korupsi Haji Guncang PBNU, Kiai Asyhari Desak Gus Yahya Mundur

AKURAT.CO Desakan agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur semakin menguat setelah kasus dugaan korupsi kuota haji menyeret nama organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Tokoh NU asal Yogyakarta, Kiai Asyhari Abdullah Tamrin, secara terbuka meminta Rais Aam PBNU mengambil langkah tegas demi menjaga marwah jam’iyyah.
“Ini musibah besar bagi NU. Bisa meruntuhkan muruah jam’iyyah,” kata Kiai Asyhari, Rais Syuriyah PWNU DIY periode 2006–2016, dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Asyhari menilai, isu penyusupan paham zionisme hingga dugaan permainan kuota haji telah melukai hati warga NU hingga ke akar rumput. Ia menegaskan, praktik mencari keuntungan pribadi dari ibadah haji mencederai rasa keadilan umat.
“Ulah oknum PBNU yang mencari untung duniawi dari dugaan korupsi haji, tidak hanya tercela, tetapi juga menjungkirbalikkan keadilan yang semestinya tegak,” tegasnya.
Baca Juga: Kesaksian Khalid Basalamah Bikin Kasus Kuota Haji Kian Terbuka, KPK: Informasinya Penting
Atas dasar itu, Asyhari meminta Rais Aam PBNU segera bertindak dengan menonaktifkan atau bahkan memberhentikan Gus Yahya dari kursi Ketua Umum.
“Saya memohon kepada Rais Aam menggunakan kebijaksanaannya. Demi melindungi muruah jam’iyyah, nonaktifkan atau berhentikan Gus Yahya. Percepat muktamar untuk mengganti kepemimpinan PBNU,” ujarnya.
Kasus dugaan korupsi kuota haji masih dalam proses penyidikan KPK dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







