7 Tips Mendidik Anak Ala Rasulullah, Nomor 3 Sering Dilupakan Orang Tua!

AKURAT.CO Dalam dunia modern yang serba cepat dan penuh tantangan, banyak orang tua mencari metode terbaik untuk mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan kuat iman.
Padahal, lebih dari 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW telah memberikan teladan mendidik anak yang sangat luar biasa—penuh kasih sayang, kelembutan, keteladanan, dan kebijaksanaan.
Berikut ini adalah 7 tips mendidik anak ala Rasulullah SAW yang relevan diterapkan di zaman sekarang. Dan ya—nomor 3 sering banget dilupakan oleh orang tua!
1. Sayangi dan Peluk Anak Tanpa Batas
Rasulullah ﷺ adalah sosok yang penuh cinta terhadap anak-anak. Beliau mencium cucunya Hasan dan Husain, bahkan menangis ketika mendapati seorang ayah yang mengaku tak pernah mencium anaknya.
Beliau bersabda, “مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ” (Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi) – HR. Bukhari dan Muslim. Sentuhan fisik yang hangat seperti pelukan, belaian kepala, atau ciuman akan memperkuat ikatan batin dan membuat anak merasa aman dan dicintai.
2. Bermain Bersama Anak dan Turun ke Dunia Mereka
Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan agama, tapi juga ikut bermain dengan anak-anak. Beliau pernah terlihat menungging agar cucunya menaiki punggungnya seolah bermain kuda-kudaan.
Ini menunjukkan bahwa beliau hadir secara utuh, bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sahabat bermain. Dari sini kita belajar: bermain bukanlah aktivitas remeh, tapi bagian penting dari pendidikan emosional anak.
Baca Juga: 5 Cara agar Anak Sukses dalam Pendidikan dalam Perspektif Islam
3. Memanggil Anak dengan Nama yang Baik dan Lembut
Ini dia poin yang sering dilupakan orang tua! Rasulullah ﷺ selalu memanggil anak-anak dengan nama terbaik, penuh kelembutan, dan tidak pernah dengan julukan kasar.
Dalam budaya kita, kadang ada kebiasaan memanggil anak dengan sebutan negatif atau bercanda yang menyakitkan, seperti “si malas”, “bawel”, atau “pemarah”. Padahal, panggilan adalah doa. Nama dan sapaan yang positif akan tertanam dalam jiwa anak sebagai citra dirinya.
4. Mengajarkan Tauhid dan Akhlak Sejak Kecil
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda: “مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ” (Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat sejak usia tujuh tahun). Pendidikan spiritual adalah fondasi utama dalam pendidikan Islam.
Rasulullah juga menanamkan nilai kejujuran, amanah, sopan santun, dan tanggung jawab sejak dini agar anak tumbuh sebagai pribadi yang utuh—bukan hanya pintar, tapi juga bertakwa.
5. Tidak Memukul, Apalagi di Wajah
Rasulullah ﷺ tidak pernah memukul istri, anak, atau pembantu sekalipun. Beliau adalah orang paling lembut dalam mendidik. Jika ada kesalahan, beliau menegur dengan cara yang bijak dan tidak merendahkan.
Dalam riwayat Muslim disebutkan, “إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبِ الْوَجْهَ” (Jika kalian memukul, jangan pukul wajah). Maka kekerasan fisik atau verbal jelas bertentangan dengan metode pendidikan Nabi ﷺ.
6. Memberi Tanggung Jawab Sesuai Usia
Rasulullah ﷺ memberikan kepercayaan kepada anak-anak muda dalam peran besar. Usamah bin Zaid memimpin pasukan saat usianya masih belasan. Abdullah bin Abbas sejak kecil didoakan dan dibimbing menjadi ahli tafsir. Anak perlu diberikan amanah sesuai kapasitasnya agar tumbuh rasa percaya diri, tanggung jawab, dan semangat kontribusi.
7. Doakan Anak dalam Setiap Kesempatan
Salah satu rahasia keberhasilan pendidikan anak ala Rasulullah ﷺ adalah kekuatan doa. Beliau sering mendoakan kebaikan untuk anak-anak. Dalam satu riwayat, beliau mendoakan Ibnu Abbas: “اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ” (Ya Allah, pahamkanlah dia dalam agama dan ajarkanlah ia tafsir Al-Qur’an). Orang tua pun harus rajin mendoakan anak di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam, antara adzan dan iqamah, atau ketika sujud dalam shalat.
Baca Juga: 5 Tips Efektif agar Anak Tidak Kecanduan Gadget dalam Perspektif Islam
Metode Rasulullah ﷺ dalam mendidik anak adalah kombinasi antara cinta yang besar, kedekatan emosional, penanaman nilai tauhid, dan sikap bijak dalam memberi tanggung jawab. Bukan dengan teriakan, bukan dengan tekanan, apalagi kekerasan.
Mari belajar mendidik anak dengan hati, seperti yang dicontohkan oleh manusia paling mulia sepanjang sejarah. Karena mendidik anak bukan hanya mencetak generasi sukses dunia, tapi juga calon penghuni surga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







