Akurat Logo

Kalender Jawa Weton Rabu 25 Juni 2025 Hari Buruk Semua Pekerjaan, Begini Pandangan Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 25 Juni 2025, 07:30 WIB
Kalender Jawa Weton Rabu 25 Juni 2025 Hari Buruk Semua Pekerjaan, Begini Pandangan Islam

AKURAT.CO Dalam penanggalan Jawa, hari ini, Rabu Pon, 25 Juni 2025, jatuh pada 29 Besar 1958, berada di Tahun Je, Windu Sancaya, dan Wuku Madhangkungan. Menurut kepercayaan Jawa, hari ini disebut sebagai hari yang tidak baik untuk memulai berbagai pekerjaan. Fitnah dianggap mudah tersebar, dan berbagai upaya bisa saja menemui hambatan atau hasil yang kurang baik.

Weton Rabu Pon sendiri memiliki neptu 14, yang menggambarkan pribadi berbudi halus, namun mudah tersinggung dan menyukai pujian. Dalam struktur pawukon, pangarasan hari ini disebut Lakuning Rembulan, memberi kesan simpatik dan menarik. Namun dalam pancasuda, hari ini dikaitkan dengan sifat Bumi Kapetak, yaitu pekerja keras namun cenderung menyimpan dendam dan kebaikannya sulit terlihat orang lain.

Wuku Madhangkungan juga mengandung simbol-simbol filosofis, seperti dewa Bathara Basuki yang pandai bersyukur, serta lambang-lambang seperti buaya angurak dan burung pelung yang menggambarkan seseorang yang terlihat bijak namun sering ragu dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: Malam 1 Suro 2025 Jatuh Kapan? Ini Tanggal, Weton dan Wukunya

Namun bagaimana pandangan Islam terkait kepercayaan semacam ini?

Islam secara tegas menolak keyakinan bahwa hari tertentu membawa sial atau keberuntungan, karena hal itu masuk dalam kategori thiyarah, yakni merasa sial karena sesuatu tanpa dasar yang benar. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

"لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ، وَلَا صَفَرَ"

“Tidak ada penyakit menular (tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial karena sesuatu), tidak ada hantu burung hantu, dan tidak ada bulan sial Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam membatalkan seluruh bentuk keyakinan yang menyandarkan keberuntungan atau kesialan pada makhluk, benda, waktu, atau tempat tertentu. Pandangan ini ditegaskan pula oleh para ulama sebagai bentuk pelurusan akidah, agar umat Islam bersandar sepenuhnya pada Allah, bukan pada mitos atau takhayul.

Allah ﷻ berfirman:

"مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ"

“Tiada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.”
(QS. At-Taghabun: 11)

Maka, kepercayaan bahwa hari Rabu Pon membawa kesialan dalam pekerjaan atau rawan fitnah tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Sebaliknya, Islam memerintahkan umatnya untuk bersikap optimis, berikhtiar dengan baik, dan senantiasa bertawakkal kepada Allah dalam setiap urusan.

Baca Juga: Kalender Jawa 24 Juni: Hari Ini Weton Selasa Pahing, Ternyata Ini Makna Waseso Segoro

Menilai waktu dari aspek keberuntungan atau kesialan bukan saja keliru secara teologis, namun juga berpotensi menumbuhkan rasa takut yang tidak berdasar dan melemahkan semangat berbuat baik. Seseorang yang beriman hendaknya tidak terikat pada keyakinan tradisional yang bertentangan dengan tauhid, sekalipun hal itu telah menjadi kebiasaan turun-temurun.

Dengan demikian, hari Rabu Pon seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menghindari pekerjaan atau menunda amal saleh. Islam memandang semua hari adalah baik selama manusia mengisinya dengan niat yang benar, amal yang lurus, dan sikap yang ikhlas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.