Akurat

Kenapa Pahala Puasa Syawal Sama dengan Puasa Selama Satu Tahun? Ini Jawabannya!

Fajar Rizky Ramadhan | 2 April 2025, 18:14 WIB
Kenapa Pahala Puasa Syawal Sama dengan Puasa Selama Satu Tahun? Ini Jawabannya!

AKURAT.CO Setiap kali bulan Syawal tiba, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah puasa selama enam hari setelah menyelesaikan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Anjuran ini bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, no. 1164)

Hadis ini menjadi dasar utama mengapa puasa Syawal memiliki keutamaan setara dengan puasa selama satu tahun penuh. Secara matematis, konsep ini dapat dipahami melalui prinsip ganjaran pahala dalam Islam.

Dalam beberapa riwayat, dijelaskan bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Maka, puasa Ramadhan selama satu bulan dihitung sebagai sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal dianggap setara dengan dua bulan.

Jika dijumlahkan, totalnya menjadi dua belas bulan atau satu tahun penuh.

Allah ﷻ juga menegaskan dalam Al-Qur’an tentang pahala berlipat ganda bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Dalam Surah Al-An’am ayat 160 disebutkan:

من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها

Artinya: "Barang siapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipatnya." (QS. Al-An’am: 160)

Baca Juga: Panduan Lengkap dan Jadwal Puasa Syawal 2025 serta Niatnya

Dengan demikian, puasa Ramadhan yang telah disempurnakan dengan enam hari puasa di bulan Syawal menjadikan seorang Muslim seolah-olah berpuasa sepanjang tahun. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah bagi hamba-Nya yang istiqamah dalam ibadah.

Lebih dari sekadar hitungan pahala, puasa Syawal juga memiliki makna spiritual yang mendalam.

Setelah satu bulan penuh ditempa dengan ibadah di bulan Ramadhan, puasa enam hari di Syawal menjadi indikator sejauh mana seseorang mampu mempertahankan ketakwaannya.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah di bulan Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan sebuah proses transformasi diri yang terus berlanjut.

Para ulama menjelaskan bahwa puasa Syawal ibarat shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan shalat wajib. Ia menjadi pelengkap yang mengisi kekurangan ibadah di bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, seseorang yang tidak hanya berpuasa Ramadhan tetapi juga menambahnya dengan puasa Syawal, menunjukkan bahwa ia benar-benar mencintai ibadah tersebut dan menginginkan pahala yang sempurna.

Baca Juga: Niat Puasa Bulan Syawal dalam Bahasa Arab dan Artinya

Kesimpulannya, keutamaan puasa Syawal yang disamakan dengan puasa setahun penuh bukanlah sekadar simbolik, melainkan bagian dari kemurahan Allah dalam memberikan pahala kepada hamba-hamba-Nya.

Selain pahala yang besar, puasa ini juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan.

Maka, siapa pun yang ingin meraih keutamaan ini, jangan sampai melewatkan kesempatan emas untuk menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.