Akurat

Niat Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat Pahalanya Lebih Kecil Daripada 23 Rakaat?

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Maret 2025, 08:30 WIB
Niat Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat Pahalanya Lebih Kecil Daripada 23 Rakaat?

AKURAT.CO Bacaan niat sholat tarawih sendiri 11 rakaat banyak dicari warganet untuk sholat sendiri di rumah atau di kantor.

Sholat tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Ibadah ini menjadi bentuk qiyamullail (shalat malam) yang memiliki keutamaan besar.

Namun, di kalangan umat Islam, ada perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat sholat tarawih.

Sebagian melaksanakan 11 rakaat, sementara sebagian lainnya melaksanakan 23 rakaat. Pertanyaannya, benarkah sholat tarawih 11 rakaat mendapatkan pahala yang lebih kecil dibandingkan 23 rakaat?

Untuk menjawab ini, kita perlu merujuk kepada dalil-dalil sahih yang menjadi dasar dalam menentukan jumlah rakaat dan pahala sholat tarawih.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita ingat bahwa sholat tarawih adalah bagian dari qiyam Ramadhan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

من قام رمضان إيمانًا واحتسابًا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya: "Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Hadis ini menegaskan keutamaan sholat malam di bulan Ramadhan, tanpa menyebutkan jumlah rakaat tertentu.

Namun, jumlah rakaat sholat tarawih yang dilakukan Rasulullah SAW sering dijadikan rujukan utama dalam pembahasan ini.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Buka Puasa 2025 untuk Seluruh Wilayah di Indonesia

Diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau berkata:

ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يزيد في رمضان ولا في غيره على إحدى عشرة ركعة يصلي أربعًا فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي أربعًا فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي ثلاثًا

Artinya: "Rasulullah SAW tidak pernah sholat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat, jangan tanya tentang baik dan panjangnya, kemudian beliau sholat empat rakaat lagi, jangan tanya tentang baik dan panjangnya, lalu beliau sholat tiga rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, kita mengetahui bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat malam (termasuk tarawih) sebanyak 11 rakaat.

Inilah yang kemudian dijadikan dasar bagi sebagian umat Islam untuk melaksanakan sholat tarawih dengan jumlah rakaat tersebut.

Namun, pendapat tentang 23 rakaat juga memiliki landasan yang kuat. Praktik ini berkembang di masa Khalifah Umar bin Khattab RA, yang mengumpulkan kaum muslimin untuk sholat tarawih berjamaah dengan 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

Imam Malik dalam Al-Muwatha menyebutkan bahwa penduduk Madinah biasa melaksanakan sholat tarawih 36 rakaat.

Dalil tentang sholat tarawih 23 rakaat bersumber dari riwayat yang menyebutkan bahwa Umar bin Khattab menginstruksikan Ubay bin Ka’ab RA dan Tamim Ad-Dari RA untuk mengimami sholat tarawih dengan 20 rakaat.

Hal ini diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha dan dinyatakan sahih oleh banyak ulama.

Lantas, apakah jumlah rakaat memengaruhi besar kecilnya pahala? Dalam Islam, kualitas ibadah tidak semata-mata ditentukan oleh kuantitas, melainkan juga oleh kekhusyukan, keikhlasan, dan ketekunan dalam menjalankannya. Rasulullah SAW bersabda:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

Artinya: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, meskipun sholat tarawih 11 rakaat sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, dan sholat 23 rakaat sesuai dengan praktik sahabat Nabi, keduanya tetap bernilai ibadah yang diterima Allah SWT.

Yang membedakan pahala bukan jumlah rakaat semata, melainkan kualitas ibadah, kekhusyukan, serta niat yang tulus dalam menjalankannya.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Buka Puasa 1446 H, Full 1 Bulan

Dengan demikian, pernyataan bahwa sholat tarawih 11 rakaat mendapatkan pahala lebih kecil dibandingkan 23 rakaat tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebab, baik 11 maupun 23 rakaat, keduanya adalah bentuk ibadah yang disyariatkan dan memiliki keutamaannya masing-masing.

Yang terpenting adalah bagaimana kita melaksanakan sholat tersebut dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.