Foto dan Video Bu Guru Salsa Viral, Islam Larang Menyebarkannya Tanpa Ada Kepentingan Mendesak!

AKURAT.CO Fenomena viralnya foto dan video Bu Guru Salsa di media sosial mengundang banyak perhatian.Tidak sedikit yang membagikan ulang konten tersebut tanpa berpikir panjang.
Padahal, dalam Islam, menyebarkan gambar atau video seseorang tanpa izin, apalagi jika tidak ada kepentingan mendesak, merupakan tindakan yang dilarang.
Al-Qur'an menegaskan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat seseorang. Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 19:
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang suka agar perbuatan keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini mengandung larangan untuk menyebarkan sesuatu yang bisa menjatuhkan kehormatan seseorang, baik dalam bentuk fitnah, aib, atau hal-hal yang tidak pantas.
Baca Juga: Cari Link Video 5 Menit Bu Guru Salsa di Media Sosial? Hati-hati Phising dan Ini Bahayanya!
Selain itu, Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya: “Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat.”
Hadis ini menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi konsep menutupi keburukan dan menjaga kehormatan sesama.
Maka, dalam kasus viralnya foto dan video Bu Guru Salsa, setiap Muslim hendaknya menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan atau bahkan hanya sekadar menyimpannya jika tidak ada kepentingan yang sah.
Menjaga kehormatan seseorang adalah bagian dari akhlak Islam yang harus dijaga, terlebih di era digital saat ini di mana informasi dapat menyebar dengan cepat dan berdampak besar terhadap kehidupan seseorang.
Sikap yang benar bagi seorang Muslim adalah berusaha untuk tidak turut serta dalam penyebaran konten-konten semacam ini.
Jika benar-benar ada keperluan, misalnya untuk keperluan investigasi atau hukum, maka hal itu harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan etika Islam.
Baca Juga: Lirik Lagu Bayar Bayar Band Sukatani Dibuat untuk Kritik Polisi, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Sebab, apa yang kita bagikan di dunia digital bisa menjadi sebab kebaikan atau justru keburukan bagi diri kita sendiri.
Islam mengajarkan kita untuk berpikir sebelum bertindak, menjaga lisan dan tangan dari hal yang dapat merugikan orang lain.
Maka, mari menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh tren viral, dan selalu mengedepankan nilai-nilai moral serta ajaran agama dalam setiap langkah yang kita ambil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 8Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 9PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana
- 10Zulkifli Hasan: Kesetiaan PAN ke Prabowo Bukan karena Hitung-hitungan Politik








