Kalender Jawa Weton Hari Ini 14 Februari 2025 Terkait Keberuntungan Apa? Apakah Boleh Kita Meyakininya?

AKURAT.CO Kalender jawa weton hari ini 14 Februari 2025 terkait keberuntungan apa? Bagaimana Islam memandang hal ini?
Dalam sistem penanggalan Jawa, setiap hari memiliki perhitungan weton yang diyakini membawa makna tertentu.
Weton dihitung berdasarkan gabungan hari dalam kalender masehi (Senin, Selasa, Rabu, dst.) dengan pasaran dalam sistem Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Pada 14 Februari 2025, hari tersebut jatuh pada hari Jumat dengan pasaran Wage, sehingga wetonnya adalah Jumat Wage.
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, weton seseorang atau suatu peristiwa dapat membawa pengaruh terhadap karakter, peruntungan, dan bahkan hubungan sosial.
Jumat Wage sering dikaitkan dengan sifat-sifat tertentu yang diyakini mempengaruhi kehidupan seseorang yang lahir pada hari tersebut atau kejadian yang berlangsung pada hari itu.
Beberapa orang mungkin menganggap hari ini membawa keberuntungan tertentu, tetapi apakah hal ini dapat diyakini dalam Islam?
Dalam Islam, keyakinan terhadap keberuntungan yang berasal dari perhitungan manusia harus didasarkan pada akidah yang benar. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: "(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang beriman kepada yang gaib, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. Al-Baqarah: 3).
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban Lupa Baca Surah Yasin 3 Kali, Bagaimana Solusinya?
Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus meyakini hal-hal yang gaib berdasarkan wahyu, bukan dari ramalan manusia.
Dalam hal keberuntungan, Islam mengajarkan bahwa hanya Allah yang menentukan nasib seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
Artinya: "Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal, dan pelet adalah bentuk kesyirikan." (HR. Abu Dawud, no. 3883)
Hadis ini memperingatkan bahwa mempercayai sesuatu yang dianggap bisa membawa keberuntungan selain dari Allah dapat termasuk dalam perbuatan syirik.
Jika seseorang meyakini bahwa weton dapat secara mutlak menentukan keberuntungannya, maka hal itu bertentangan dengan tauhid.
Namun, jika seseorang hanya memahami weton sebagai bagian dari budaya tanpa mempercayainya sebagai sesuatu yang menentukan nasib, maka hal itu tidak serta-merta dianggap syirik.
Islam mengajarkan sikap yang bijak terhadap budaya selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid.
Nabi Muhammad sendiri tidak melarang kebudayaan yang tidak menyimpang dari ajaran Islam, tetapi mengarahkan umatnya untuk tidak terjebak dalam keyakinan yang bisa merusak akidah.
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban, Bolehkah Baca Yasin 3 Kali di Pagi Harinya?
Oleh karena itu, dalam menanggapi perhitungan weton terkait keberuntungan, seorang Muslim harus berhati-hati.
Jika hanya dijadikan sebagai bagian dari tradisi dan sejarah tanpa meyakininya sebagai kebenaran mutlak, maka tidak masalah.
Namun, jika sudah dianggap sebagai sesuatu yang menentukan kehidupan dan nasib seseorang, maka hal tersebut bisa menjerumuskan kepada perbuatan yang dilarang dalam Islam.
Oleh sebab itu, sikap terbaik adalah kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah, serta meyakini bahwa hanya Allah yang menentukan takdir setiap hamba-Nya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







