AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Yanti di Taiwan.
Dalam video yang beredar, Yanti terlihat berjoget dengan pakaian yang agak terbuka demi mendapatkan hadiah (gift) dari penonton.
Fenomena ini menuai pro dan kontra karena dianggap tidak mencerminkan adab dan etika yang baik.
Dalam Islam, penggunaan media sosial harus dibarengi dengan kesadaran akan adab dan norma agama agar tidak melanggar ajaran Allah SWT.
Berikut ini pembahasan tentang etika bermedia sosial dalam Islam berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan hadits.
1. Menjaga Aurat dan Kesopanan
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga aurat, terutama di ruang publik, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Allah SWT berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ
"Wahai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik." (QS. Al-A'raf: 26).
Baca Juga: Jelang Rekrutmen Petugas Haji 2025, Kemenag Review Aplikasi Tes CAT Petugas Haji
Berjoget dengan pakaian yang tidak menutup aurat tidak hanya melanggar batas etika, tetapi juga perintah agama. Dalam Islam, tubuh adalah amanah dan harus dijaga kesuciannya.
2. Tidak Mencari Popularitas dengan Cara Mudarat
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ
"Barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah murka kepadanya dan membuat manusia juga murka kepadanya." (HR. Ibnu Hibban)
Mencari popularitas atau hadiah (gift) dengan cara yang melanggar aturan agama, seperti berjoget tanpa etika dan menampilkan aurat, merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Perbuatan ini hanya akan membawa kerugian di dunia dan akhirat.
3. Berperilaku Baik dan Menjaga Ucapan
Media sosial memberikan kebebasan untuk berkomunikasi, namun Islam mengingatkan agar setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara dan berperilaku, termasuk dalam dunia maya. Allah SWT berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
"Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83)
Berkomunikasi dengan baik di media sosial, tidak mengumbar sesuatu yang memancing keburukan, dan menjaga kesopanan merupakan adab yang harus diperhatikan.
4. Menghindari Tindakan Tabarruj
Tabarruj, yaitu menampilkan perhiasan dan kecantikan secara berlebihan di hadapan publik, dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
"Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33)
Perbuatan yang mengundang perhatian dengan menonjolkan tubuh atau tingkah laku demi popularitas merupakan bentuk tabarruj yang harus dihindari.
5. Menggunakan Waktu dengan Bijak
Islam juga menganjurkan agar waktu digunakan dengan kegiatan bermanfaat dan menghindari hal-hal yang sia-sia. Rasulullah SAW bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi).
Bermain media sosial hanya untuk kesenangan tanpa manfaat atau tujuan yang baik dapat mengurangi keberkahan waktu dan menjauhkan diri dari ibadah.
Media sosial dapat menjadi sarana kebaikan jika digunakan dengan bijak, namun juga bisa menjadi sumber dosa jika tidak diiringi dengan etika dan tuntunan agama.
Dalam kasus seperti video viral Yanti TKW Taiwan, umat Islam diingatkan agar lebih berhati-hati dalam berperilaku dan tidak mencari kesenangan dunia dengan mengabaikan aturan agama.
Berpegang teguh pada adab Islam dalam setiap aktivitas, termasuk di media sosial, adalah kunci untuk memperoleh keridhaan Allah dan keselamatan dunia akhirat.








