Akurat

Paus Fransiskus Berkunjung ke Masjid Istiqlal, Apa Saja Catatan Sejarah Toleransi Beragama di Masjid Istiqlal Jakarta?

Lufaefi | 5 September 2024, 14:35 WIB
Paus Fransiskus Berkunjung ke Masjid Istiqlal, Apa Saja Catatan Sejarah Toleransi Beragama di Masjid Istiqlal Jakarta?

AKURAT.CO Pada awal tahun 2020, Paus Fransiskus secara simbolis menjadi salah satu pemimpin agama Katolik pertama yang mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta, masjid terbesar di Asia Tenggara.

Kunjungan ini bukan hanya sebuah peristiwa bersejarah, tetapi juga simbol toleransi antarumat beragama yang selama ini dibangun di Indonesia, khususnya di Masjid Istiqlal.

Masjid ini sejak awal berdiri memang didesain untuk mencerminkan kerukunan dan persatuan dalam kemajemukan bangsa Indonesia.

Sejarah Berdirinya Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal dibangun atas prakarsa Presiden Soekarno pada tahun 1951 sebagai simbol kebebasan Indonesia yang baru merdeka. Nama "Istiqlal" sendiri berarti "kemerdekaan" dalam bahasa Arab.

Masjid ini dibangun tidak jauh dari Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol keharmonisan antara umat Islam dan umat Kristiani di Indonesia. Pembangunannya selesai pada tahun 1978 di bawah Presiden Soeharto.

Posisi Masjid Istiqlal yang berseberangan dengan Katedral Jakarta juga mencerminkan filosofi toleransi antaragama yang diajarkan oleh pendiri bangsa.

Baca Juga: Adzan TV Diganti dengan Running Text saat Misa Paus Fransiskus, Apa Respons Al-Qur'an?

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda keyakinan, umat beragama di Indonesia dapat hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati.

Simbol Toleransi dan Kerukunan

Masjid Istiqlal sejak berdirinya telah menjadi pusat perayaan berbagai momen nasional, bukan hanya peristiwa keagamaan Islam. Bahkan dalam sejarahnya, berbagai kegiatan lintas agama pernah dilaksanakan di sini.

Masjid ini terbuka bagi wisatawan dari seluruh dunia, baik umat Islam maupun non-Islam. Setiap pengunjung, tanpa memandang latar belakang agama, diperbolehkan mengunjungi masjid ini dengan mengikuti aturan kesopanan yang berlaku.

Keberadaan Masjid Istiqlal di sebelah Katedral Jakarta juga sering kali dijadikan contoh penting tentang toleransi beragama.

Setiap tahun, umat Kristiani yang merayakan Misa Natal di Katedral sering mendapatkan bantuan pengamanan dari umat Muslim yang menjaga Masjid Istiqlal.

Begitu pula sebaliknya, pada perayaan Idul Fitri, umat Kristiani turut memberikan dukungan keamanan bagi kegiatan di Masjid Istiqlal. Ini menjadi bukti nyata solidaritas dan semangat kebersamaan antaragama di Indonesia.

Kunjungan Pemimpin Dunia dan Agama

Selain Paus Fransiskus, banyak pemimpin dunia yang berkunjung ke Masjid Istiqlal, termasuk Barack Obama pada tahun 2010 saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kunjungan-kunjungan ini menunjukkan bahwa Istiqlal bukan hanya tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga simbol persatuan, harmoni, dan toleransi beragama yang dihormati di panggung internasional.

Baca Juga: Atta-Ria Ricis Dituding Nikah Siri, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Kunjungan Paus Fransiskus ke Istiqlal pada 2020 menandai babak baru dalam hubungan antara umat Katolik dan Islam di Indonesia.

Dalam kunjungan ini, Paus bertemu dengan tokoh-tokoh Muslim Indonesia dan mendiskusikan isu-isu global terkait perdamaian dan persatuan.

Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen kedua komunitas dalam memperkuat dialog antaragama demi mewujudkan dunia yang lebih damai.

Masjid Istiqlal bukan sekadar bangunan megah, tetapi juga menjadi lambang toleransi beragama di Indonesia.

Kehadirannya di ibu kota negara, di samping Gereja Katedral, serta keterbukaannya terhadap pemimpin dan pengunjung dari berbagai latar belakang agama menunjukkan bahwa semangat toleransi dan persatuan merupakan inti dari keberadaan masjid ini.

Kunjungan Paus Fransiskus menjadi simbol penting yang memperkuat makna sejarah toleransi beragama di Masjid Istiqlal Jakarta.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.