Berseteru dengan Rhoma Irama, Habib Bahar bin Smith Lulusan Mana?

AKURAT.CO Dunia sosial media dihebohkan dengan perseteruan antara Rhoma Irama dengan Bahar bin Smith atau yang dikenal dengan Habib Bahar.
Diduga, perseteruan itu dimulai ketika Raja Dangdut itu menyinggung soal orang yang mengaku memiliki Nasab Nabi Muhammad namun berbuat kemaksiatan dan mengklaim tetap akan masuk surga.
Tak terima, Habib Bahar menantang agar Rhoma Irama menunjukkan kepada dirinya sosok habib yang dimaksud dirinya. Perseteruan ini mendapatkan reaksi yang ramai dari masyarakat.
Namun, hal lain yang perlu diketahui, Habib Bahar bin Smith ini lulusan mana? Simak berikut ini.
Baca Juga: Hasil Tes DNA Habib Bahar bin Smith, Apa Hasilnya?
Awal Pendidikan di Tanah Air
Habib Bahar bin Smith lahir di Manado pada 23 Juli 1985. Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan dengan pendidikan agama oleh keluarganya. Lingkungan keluarga yang religius dan pendidikan dasar yang didapat dari orang tuanya menjadi pondasi awal dalam kehidupannya.
Pendidikan formalnya diawali di beberapa pesantren di Indonesia yang terkenal dengan kualitas pendidikannya yaitu Darul Lughah wa Al Da'wah Bangil. Di pesantren inilah, Habib Bahar mempelajari dasar-dasar ilmu agama Islam, termasuk fiqh, tauhid, dan tafsir Al-Qur'an.
Menimba Ilmu di Timur Tengah
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di pesantren dalam negeri, Habib Bahar melanjutkan pendidikannya ke Timur Tengah. Ia belajar di beberapa negara yang terkenal dengan tradisi keilmuan Islamnya, seperti Yaman dan Arab Saudi.
Di Yaman, ia berguru kepada ulama-ulama besar, khususnya dari Hadramaut, yang merupakan salah satu pusat pendidikan Islam dunia. Habib Bahar mendalami berbagai disiplin ilmu agama, termasuk hadits, tasawuf, dan bahasa Arab.
Di Arab Saudi, Habib Bahar melanjutkan pendidikannya dengan fokus pada studi hadits dan tafsir Al-Qur'an. Pengalaman belajar di Timur Tengah ini tidak hanya memperkaya wawasan keilmuannya, tetapi juga membentuk pandangannya dalam berdakwah dan berorganisasi.
Kembali ke Indonesia dan Mengembangkan Dakwah
Setelah menyelesaikan studinya di Timur Tengah, Habib Bahar kembali ke Indonesia. Ia mulai aktif berdakwah dan mendirikan majelis-majelis taklim.
Salah satu majelis yang terkenal adalah Majelis Pembela Rasulullah (MPR) yang berbasis di Bogor. Melalui majelis ini, Habib Bahar menyampaikan ceramah-ceramahnya yang dikenal lugas dan tegas.
Selain berdakwah, Habib Bahar juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sering terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan dan pembelaan terhadap kaum yang dianggapnya terpinggirkan. Dedikasinya dalam berdakwah dan aktivitas sosial menjadikannya salah satu figur ulama yang diperhitungkan di Indonesia.
Kontroversi dan Tantangan
Karir dakwah Habib Bahar tidak lepas dari kontroversi. Gaya penyampaiannya yang keras dan kritis terhadap pemerintah serta berbagai isu sosial seringkali menimbulkan polemik. Ia pernah beberapa kali berurusan dengan hukum akibat ceramah-ceramahnya yang dianggap provokatif.
Namun, di balik semua kontroversi tersebut, Habib Bahar tetap konsisten dalam menyampaikan dakwahnya. Ia memiliki pengikut yang setia dan terus mendukung kegiatannya. Banyak yang melihat Habib Bahar sebagai sosok ulama yang berani dan tidak takut menyuarakan kebenaran.
Habib Bahar bin Smith adalah figur ulama yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, baik di dalam negeri maupun di Timur Tengah. Pengalaman dan ilmunya yang mendalam membentuk karakter dakwahnya yang tegas dan berani.
Meskipun sering kali terlibat dalam kontroversi, dedikasi dan komitmennya dalam menyampaikan dakwah dan membantu sesama menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









