Profil Iran, Negara Islam Pimpinan Ebrahim Raisi yang Menggabungkan Sistem Pemerintahan Demokrasi dan Teokrasi

AKURAT.CO Iran dikenal sebagai negara Islam (republik Islam) yang menggabungkan sistem pemerintahan demokrasi dan teokrasi.
Dipimpin oleh Ebrahim Raisi, yang pada Minggu (19/5) wafat dalam kecelakaan Helikopter, Iran juga dikenal sebagai negara Islam mayoritas Syiah.
Seperti apa profil Iran? Negara Islam yang pimpinannya meninggal dalam tragedi kecelakaan maut Helikopter itu?
Latar Belakang Iran
Iran, sebuah negara di Asia Barat, memiliki sejarah panjang dan kaya yang dimulai dari kerajaan Persia kuno hingga menjadi republik Islam modern.
Terletak strategis di antara Timur Tengah dan Asia Tengah, Iran berbatasan dengan sejumlah negara, termasuk Irak, Turki, Armenia, dan Pakistan. Negara ini memiliki populasi sekitar 85 juta jiwa dan ibu kotanya adalah Teheran.
Sistem Pemerintahan
Iran adalah sebuah republik Islam dengan sistem pemerintahan yang unik, menggabungkan elemen demokrasi dan teokrasi. Puncak kekuasaan tertinggi dipegang oleh Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader), yang saat ini adalah Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, terdapat Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum dan bertanggung jawab atas pemerintahan sehari-hari.
Profil Ebrahim Raisi
Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran pada Juni 2021. Sebelum menjabat sebagai presiden, Raisi memiliki karir panjang dalam sistem peradilan Iran, termasuk posisi sebagai Kepala Kehakiman. Dikenal sebagai sosok konservatif, Raisi memiliki dukungan kuat dari Pemimpin Tertinggi dan berbagai elemen garis keras di Iran. Presiden Iran wafat dalam kecelakaan Helikopter, Minggu (19/5).
Kebijakan Domestik
Di bawah kepemimpinan Raisi, Iran fokus pada sejumlah prioritas domestik, termasuk pengendalian inflasi, pengurangan pengangguran, dan peningkatan produksi domestik. Saat memimpin, Raisi berkomitmen untuk memberantas korupsi dan memperbaiki kondisi ekonomi yang terpuruk akibat sanksi internasional dan salah urus ekonomi.
Kebijakan Luar Negeri
Kebijakan luar negeri Iran di bawah kepemimpinan Raisi menekankan pada hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan memperkuat aliansi strategis dengan kekuatan-kekuatan non-Barat seperti China dan Rusia. Raisi juga menunjukkan keinginan untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) jika sanksi terhadap Iran dicabut.
Tantangan yang Dihadapi
Iran menghadapi sejumlah tantangan serius. Ekonomi negara ini masih berada di bawah tekanan besar akibat sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Selain itu, situasi politik dan sosial di dalam negeri juga kompleks, dengan adanya tuntutan reformasi dari berbagai kelompok masyarakat.
Masa Depan Iran
Pasca wafatnya Ebrahim Raisi, yang akan diteruskan oleh wakilnya, akan menjadi penentu penting bagi masa depan Iran. Keberhasilannya dalam menangani masalah ekonomi, memperkuat hubungan internasional, dan menjaga stabilitas politik akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan negara ini.
Bagaimana penerus Raisi menghadapi tantangan-tantangan tersebut akan menentukan apakah Iran bisa mencapai kestabilan dan kemakmuran yang lebih besar di masa depan adalah pekerjaan rumah yang harus dijalankan dengan maksimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






