Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab, Dipercaya Dapat Mendatangkan Kekayaan yang Tak Terputus
Fajar Rizky Ramadhan | 9 Februari 2024, 05:51 WIB

AKURAT.CO Setiap muslim dianjurkan untuk melakukan amalan Jumat terakhir bulan Rajab.
Ada banyak manfaat mengamalkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab, salah satunya akan didatangkan kekayaan yang tak terhenti.
Lalu seperti apa amalan Jumat terakhir bulan Rajab? Berikut penjelasannya secara lengkap.
Dikutip dari NU Online, di antara amalan Jumat terakhir bulan Rajab adalah amalan saat pelaksanaan shalat Jumat terakhir Rajab. Di antara keutamaannya adalah agar di sepanjang tahun uang di tangan tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan. Berikut amalannya:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”
Caranya, setidaknya ada dua. Ada yang menyampaikan amalan ini dibaca saat khatib menyampaikan khutbah kedua sebanyak 35 kali. Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
“Faidah, agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmadu Rasûlullâh Muhammadur Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil.” (al-Habib Ali bin Hasan Baharun, al-Fawaid al-Mukhtarah, hal. 445).
Sedangkan dari keterangan Wakil Rais Syuriyah NU Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi, amalan yang dibaca sama, yaitu:
Baca Juga: Kisah Pedih dan Sedih di Balik Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad dan Cara Manusia Menyikapinya
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Ahmadu Rasûlullâh Muhammadur Rasûlullâh
Dijelaskan, di antara waktu mustajab untuk berdoa di akhir Rajab adalah di antara 2 khutbah Jumat saat khatib duduk. ”Itu dibaca kalau bisa 35 kali. Membacanya sendiri-sendiri, tidak perlu jamaah. Dengan seperti bisik-bisik,’’ ujarnya kiai asal Berjan, Purworejo, itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





