Dosa Melakukan Pembunuhan Dalam Islam, Balasannya Akan Kekal Di Neraka Jahanam

AKURAT.CO- Melakukan pembunuhan atau mengambil nyawa orang lain tanpa alasan adalah salah satu perbuatan dosa besar.
Hukuman bagi mereka yang terlibat pembunuhan dalam dosa besar ini telah diuraikan dalam Al-Qur'an dan hadits.
Bagi sesorang yang melakukan pembunuhan dianggap setara dengan mengambil seluruh umat manusia, karena setiap orang memiliki keluarga, keturunan dan merupakan bagian dari masyarakat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apakah itu?”
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allah sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina.” (HR al-Bukhâri, no. 2615, 6465; Muslim, no. 89).
Baca Juga: Doa Khusus Di Hari Senin, Dikenal Bisa Mewujudkan Mimpi Yang Hampir Mustahil
Dosa Bagi yang Melakukan Pembunuhan
Pembalasan bagi seseorang yang dengan sengaja membunuh seorang mukmin telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
"Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar." (QS An Nisa': 93).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang sengaja membunuh seorang mukmin akan mendapat hukuman neraka Jahanam.
Tingkat keparahan pembunuhan dinilai berdasarkan seberapa kejamnya perbuatan tersebut dan sejauh mana orang yang menjadi korban pantas untuk terus hidup serta berjasa bagi manusia.
Seseorang yang memiliki sanksi paling berat di akhirat adalah orang yang membunuh seorang nabi, mematikan seorang pemimpin yang adil atau mengambil nyawa seorang ulama yang mengajarkan kebenaran kepada manusia.
Sebaliknya, jika seseorang dengan sengaja membunuh seorang mukmin, menurut kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dia akan mendapatkan hukuman kekal di neraka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









