Akurat Logo

3 Prinsip Memilih Pemimpin Dalam Al-Quran

Thony H | 20 September 2023, 13:30 WIB
3 Prinsip Memilih Pemimpin Dalam Al-Quran

AKURAT.CO, Tidak lama lagi kita akan memilih pemimpin di tahun 2024. Meski demikian euforia siapa yang akan menjadi pemimpin di tahun itu sudah ramai di berbagai media. Orang Islam perlu selektif dalam memilih pemimpin.

Lalu, apa prinsip yang harus dimiliki seorang pemimpin sehingga ia layak atau patut untuk dipilih? Berikut 3 prinsip memilih pemimpin yang sesuai Al-Quran:

1. Memilih pemimpin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتُمُ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Sesungguhnya sebaik-baik orang yang kamu ambil sebagai pekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. Al-Qashash: 26).

Baca Juga: Memahami Israiliyyat Dalam Tafsir Al-Quran

Ayat ini menunjukkan bahwa sifat kuat dan amanah adalah dua kriteria utama dalam memilih pekerja maupun pemimpin. Sifat kuat berarti memiliki kemampuan dan kompetensi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin. Sifat amanah berarti memiliki kejujuran, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

2. Memilih pemimpin yang adil dan bijaksana dalam mengurus urusan umat. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قال لا ينال عهدي الظالمين

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan mencoba Ibrahim dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata: ”Bagaimana dengan keturunanku?” Tuhan berfirman: ”Perjanjian-Ku tidak meliputi orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 124).

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Baqarah 30 Tentang Kepemimpinan di Muka Bumi

Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu syarat untuk menjadi imam atau pemimpin bagi manusia adalah tidak boleh zalim. Zalim berarti tidak adil dalam memberikan hak-hak orang lain maupun menuntut kewajiban-kewajiban mereka. Zalim juga berarti melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

3. Memilih pemimpin yang memiliki visi, misi, program, dan strategi yang jelas dan sesuai dengan syariat Islam serta kepentingan umum. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا بآياتنا يوقنون

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu imam-imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar; dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT menjadikan sebagian dari umat-Nya sebagai imam atau pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi yang jelas tentang tujuan dan misi yang ingin dicapai sesuai dengan ajaran Islam. Seorang pemimpin juga harus memiliki program dan strategi yang efektif dan efisien untuk mewujudkan visi dan misinya.

Wallahu A'lam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi