AKURAT.CO Allah itu dekat, sangat dekat. Dia lebih dekat dari urat leher kita. Dia selalu berada di sisi kita mengawasi dan menunggu kita memanggil-Nya, berbicara kepada-Nya, meminta-Nya dan berseru kepada-Nya. Kita hanya perlu menundukkan diri dan menyerahkan hati seraya mengekspresikan cinta kita kepada-Nya.
Allah menyukai air mata kita. Dia suka ketika kita berseru dalam cinta dan merindukan-Nya. Dia suka ketika kita menangisi dosa-dosa kita, sadar akan perbuatan salah kita. Jika kita benar-benar ingin menjadi kekasih Allah, kita harus berusaha membuat hati kita lembut sehingga air mata kita lebih mudah mengalir di pipi kita dan menarik rahmat Pencipta kita.
Nabi kita tercinta berkata bahwa orang yang menangis karena takut kepada Allah, maka dia tidak akan masuk neraka dikarenakan mata yang menangis karena takut kepada Allah itu tidak tersentuh oleh api.
عن ابن عباس رضي الله عنهما مرفوعاً: «عَيْنَانِ لاَ تَمسُّهُمَا النَّار: عَيْنٌ بَكَتْ من خَشْيَة الله، وعَيْنٌ بَاتَت تَحْرُسُ في سَبِيل الله»
Artinya: Dari Ibnu Abbas raḍiyallahu 'anhum, ia berkata, Aku pernah mendengarkan Rasulullah ṣallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ada dua mata yang tak disentuh api Neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang begadang untuk berjaga (patroli) di jalan Allah."(HR. At-Tirmidzi).
Ada banyak contoh yang menceritakan bahwa Nabi juga menangis pada kesempatan yang berbeda. Bagaimana tips agar hati kita lembut supaya bisa lebih banyak menangis karena Allah?
Berikut lima penjelasan dari Syekh Mufti Kamaluddin Ahmed tentang tips agar hati kita lembut supaya bisa lebih banyak menangis karena Allah:
1. Penuhi Hati Dengan Cinta Kepada Allah.
Hati spiritual kita adalah pusat dan inti dari jiwa kita. Kita bisa mengisinya dengan apapun yang kita inginkan. Kita harus mencoba meneranginya dengan cinta yang bersinar dan bersinar kepada Pencipta kita. Mari jadikan hati kita bintang yang bersinar terang. Allah ingin agar kita mencintai-Nya dan Nabi-Nya lebih dari diri kita sendiri, lebih dari pasangan kita, anak-anak atau apa pun di dunia ini.
Segera setelah kita membuka hati kita kepada Allah dan mengingat-Nya, kita akan menjadi lebih terhubung dengan-Nya. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 152:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152).
Bayangkan, saat kita mengingat Allah di dalam hati, Dia juga akan mengingat kita. Kita harus selalu mengingat Dia! Bukankah perasaan yang indah itu ketika kita mengetahui bahwa Allah mengingat kita? Ketika kita merasa lebih dekat dengan Allah, kita akan dapat membuka hati kita. Kita akan mengembangkan hubungan cinta dengan Allah. Kita akan lebih percaya kepada-Nya, kita akan dapat lebih banyak berbicara kepada-Nya dan kita akan dapat menangis karena kita ingin lebih dekat dengan-Nya. Karena kita merindukan-Nya atau karena kita diliputi oleh perasaan kita terhadap-Nya.
2. Merasakan Berkah Allah.
Allah telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita. Bisa menghirup udara pagi yang sejuk dan segar atau bisa melihat keindahan ciptaan Allah. Cobalah rasakan nikmat itu dan berikan lebih banyak ruang di hatimu untuk Pencipta yang telah menganugerahkannya kepada kita. Hal ini bisa dirasakan dengan lebih banyak membaca Al-Quran, karena membaca Al-Quran dapat melembutkan dan membersihkan hati.
Pilih satu atau dua ayat dan renungkan. Lihatlah gunung-gunung dan ingat apa yang Allah katakan tentang mereka dalam Al-Quran. Lihatlah semut-semut kecil di jalanan dan ingatlah bahwa mereka juga ciptaan Allah dan Dia menyebutkan mereka dalam kitab-Nya yang menakjubkan. Kita bisa duduk berzikir atau merenung tentang Allah. Cobalah rasakan kedekatan-Nya, kedekatan-Nya yang intim. Ini akan mengisi hati kita dengan cinta kepada Allah dan perlahan akan menghilangkan kecintaan kepada dunia dan ciptaan lain yang tidak diridoi Allah dari hati kita . Dan begitu hati kita dipenuhi dengan cinta kepada-Nya, menangis menjadi hal yang mudah.
3. Mengenal Allah.
Apa yang kita ketahui tentang Allah? Salah satu cara untuk mengisi hati kita dengan perasaan kepada-Nya adalah dengan mempelajari Asmaul Husna (nama-nama indah Allah) sebagaimana yang telah banyak dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadis.
Imam Al-Ghazali menulis sebuah buku yang indah dengan judul 99 nama Allah yang indah . Dengan membaca atau belajar Asmaul Husan, maka Kita dapat menyebut Allah dengan Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) atau Al-Quddus (Yang Maha Murni tanpa cela) atau Al-Malik (Raja segala Raja) seharusnya membuat kita merasa. Dengarkan pelafalan nama-nama Allah yang indah dan berkonsentrasilah pada perasaan di hati Anda. Dan begitu kita tahu bagaimana perasaan hati kita ketika kita menyebut Allah Al-Ghafaar (Yang Maha Pengampun; Yang menutupi aib kita) atau At-Tawwab (Yang menerima tobat kita), berseru agar Dia menerima tobat kita , menangis di atas sajadah kita akan menjadi lebih mudah.
4. Berdoa dalam Bahasa Anda Sendiri.
Poin penting lainnya yang diangkat oleh Syekh Mufti Kamaluddin Ahmed adalah berdoa tidak hanya dalam bahasa Arab tetapi juga dalam bahasa ibu kita sendiri. Tentu saja sunnah untuk berdoa menggunakan bahasa Arab dan membaca doa oleh Nabi kita tercinta. Namun, juga sunnah untuk berbicara kepada Allah dalam bahasa kita sendiri karena itulah yang Nabi lakukan. Dia berbicara kepada Allah dalam bahasanya sendiri. Saat kita melakukan ini, lebih mudah merasakan emosi, membiarkan kata-kata mengalir, untuk benar-benar berbicara kepada Allah. Dan begitu kita berbicara kepada-Nya dan membuka hati kita kepada-Nya, air mata akan mengalir dengan sendirinya, insya Allah.
5. Ingat Kematian.
Para ulama spritualitas Islam juga menganjurkan kita untuk mengingat kematian sebagai sarana efektif yang dapat membantu kita menangis di hadapan Allah. Dalam kehidupan modern kita, kematian sering disingkirkan dari realitas kita sehari-hari. Melihat dan merasakan alam ataupun lingkungan sekitar menjadi hal yang penting, kehidupan sekitar yang dimana-mana silih berganti. Itu akan mengingatkan kita bahwa hiudp kita juga akan berganti dari yang hidup kepada yang mati.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian




