Akurat Logo

11 Kata Bijak Utsman Bin Affan, Inspiratif dan Penuh Makna!

Thony H | 17 November 2022, 17:09 WIB
11 Kata Bijak Utsman Bin Affan, Inspiratif dan Penuh Makna!

AKURAT.CO Utsman bin Affan adalah Khalifah ketiga dalam kepemimpinan Islam pasca Rasulullah wafat. Beliau mendapat estafet kepemimpinan pasca Umar bin Khattab wafat.

Sahabat Utsman bin Affan dikenal sebagai sahabat yang dermawan. Beliau dikenal juga sebagai tokoh yang inspiratif. 

Berikut 11 kata bijak Utsman bin Affan yang penuh makna:

Siapa yang meninggalkan dunia, niscaya Allah mencintainya. Siapa yang meninggalkan dosa-dosa, niscaya para malaikat mencintainya. Dan siapa yang memutus keinginan dari apa yang dimiliki Muslim lainnya, niscaya kaum Muslim mencintainya.

Segala sesuatu akan binasa. Dan binasanya ilmu adalah lupa pada ilmu itu.Dunia itu hijau memikat manusia, banyak manusia suka padanya. Janganlah kalian menyandarkan diri pada dunia, jangan percaya padanya. Karena dunia itu tak dapat dipercaya. Ketahuilah, dunia itu tak meninggalkan siapa pun kecuali orang yang meninggalkannya.

Seandainya hati kita suci, kita tidak akan pernah kenyang (tak ada bosan-bosannya) membaca ayat-ayat Tuhan kita. Dan sungguh aku tidak suka didatangi satu hari pun di mana aku tidak melihat mushaf Alquran.

Risau terhadap dunia adalah kegelapan bagi hati, sedangkan risau terhadap akhirat adalah cahaya bagi hati.

Derajat keimanan yang paling tinggi adalah bahwa kamu selalu merasa berada di hadapan Allah.

Ketika kaum Muslimin tercerai-berai, keimanan mereka akan terkoyakkan dan akan kehilangan kekuatan persatuan dan kesatuan di antara mereka.

Buatlah tujuan untuk hidup, kemudian gunakan segenap kekuatan untuk mencapainya, kamu pasti berhasil.

Salat itu amal terbaik bagi manusia. Jika ia melaksanakannya dengan baik, maka ikutilah mereka. Andaikata ia melaksanakannya dengan buruk, maka jauhilah keburukan itu.

Diantara pendosa, yang paling buruk adalah dia yang meluangkan waktunya untuk membahas kesalahan orang lain.

Tigahal yang aku sukai di dunia ini, yaitu memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang bertelanjang, dan membaca Al-qur'an.

Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih Aku tidak menganggapmu berhasil dalam suatu pencapaian tertentu hingga Allah mengujimu dengan cobaan terakhirnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi