Jarang Orang Tahu, ini 3 Alasan Kenapa Riba Dilarang dalam Islam

AKURAT.CO Riba merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kelebihan atau tambahan. Dalam konteks syariah Islam, arti riba adalah mengerucut pada kelebihan dari pokok utang.
Kelebihan dari pokok utang inilah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba. Islam menegaskan bahwa riba hukumnya haram.
Karena jeleknya nilai riba Allah Swt menetapkan riba sebagai transaksi yang haram. Dalam QS. Ali Imran: 103 Allah Swt berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَاۡكُلُوا الرِّبٰٓوا اَضۡعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَۚ
Yaaa ayyuhal laziina aamanuu la taakuhur ribaaa ad'aafam mudaa'afatanw wattaqul laaha la'allakum tuflihuun
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian mendapatkan keuntungan.”
Refleksi atas ayat tersebut memberikan pesan-pesan mengapa sebetulnya riba diharamkan oleh Allah. Dari ayat tersebut di atas, dapat dipahami beberapa alasan akan keharaman riba, sebagai berikut:
Pertama, riba dapat menghilangkan sikap saling tolong menolong. Sebagaimana di awal disebutkan, bahwa Islam adalah agama yang identic dengan tolong menolong. Islam menuntut kita untuk memberikan kelebihan harta kepada orang lain yang kekurangan. Sementara riba tidak demikian, riba justru memutus mata rantai sikap saling tolong menolong sebab menuntut orang lain membayar lebih atas apa yang dipinjamnya.
Kedua, riba dapat merampas kekayaan orang lain dengan cara yang batil. Riba diharamkan oleh Allah Swt karena sadar atau tidak telah melegalkan praktik perampasan kekayaan terhadap mereka yang berhutang. Secara pelan tapi pasti, riba menggerogoti harta mereka yang sudah miskin, yang seharusnya dibantu, namun justru ditindas.
Dan ketiga, riba membentuk orang menjadi malas. Riba dapat membentuk orang menjadi malas, karena hanya mengandalkan tambahan uang dari hasil riba. Orang yang menghutangkan harta bisa jadi tidak mau lagi berusaha mencari nafkah, dan hanya mengandalkan uang haram tuntutan riba.
Demikian alasan-alasan mengapa riba diharamkan dalam agama Islam. Semoga bermanfaat sehingga bisa menjauhkan kita dari segala macam transaksi yang berpotensi menimbulkan unsur riba. Amin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK



