Berapa Hari Lagi Bulan Suci Ramadhan 2026? Ini Hitungannya dan Pengingat Qadha Puasa

AKURAT.CO Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, umat Islam mulai menghitung sisa waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun administratif ibadah. Salah satu perhatian utama adalah memastikan kewajiban puasa Ramadhan sebelumnya telah ditunaikan sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Selasa, 27 Januari 2026 bertepatan dengan 8 Sya’ban 1447 Hijriah. Jika awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, maka jarak menuju bulan suci tersisa sekitar 23 hingga 24 hari. Rentang waktu ini menjadi fase krusial bagi umat Muslim untuk menuntaskan berbagai kewajiban ibadah yang masih tertunda.
Dalam ajaran Islam, puasa qadha bukanlah ibadah sunnah, melainkan kewajiban yang melekat bagi setiap Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur syar’i. Islam memberikan keringanan bagi mereka yang berhalangan, seperti karena sakit, perjalanan jauh, haid, nifas, kehamilan, atau kondisi lain yang dibenarkan secara fikih. Namun, keringanan tersebut diiringi kewajiban mengganti puasa pada hari lain.
Baca Juga: Apakah Awal Puasa 2026 Libur? Simak Informasi Lengkapnya di Sini!
Landasan hukum qadha puasa secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 184, yang memerintahkan penggantian puasa bagi mereka yang tidak dapat menjalankannya pada bulan Ramadhan. Karena itu, para ulama menempatkan bulan Sya’ban sebagai fase penutup untuk menyelesaikan tanggungan ibadah sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
Menunda qadha puasa tanpa alasan yang sah dipandang sebagai kelalaian terhadap kewajiban agama. Selain berpotensi menimbulkan dosa, penundaan hingga melewati Ramadhan berikutnya juga dapat menimbulkan konsekuensi tambahan, seperti kewajiban membayar fidyah menurut pendapat sebagian ulama.
Dengan Ramadhan 1447 Hijriah yang semakin dekat, umat Islam dianjurkan untuk segera menghitung jumlah hari puasa yang masih menjadi tanggungan dan menunaikannya tanpa menunda. Perencanaan yang baik dalam sisa hari bulan Sya’ban akan membantu memastikan ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan lebih tenang dan sempurna.
Adapun niat puasa qadha Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum fajar, sebagai penegasan bahwa puasa yang dijalankan merupakan pengganti puasa wajib yang pernah ditinggalkan. Dengan menunaikan qadha tepat waktu, umat Islam tidak hanya menunaikan kewajiban syariat, tetapi juga mempersiapkan diri secara lahir dan batin menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










