Akurat

Menggabungkan Puasa Sya'ban dengan Puasa Qodho Ramadhan, Apa Boleh?

Fajar Rizky Ramadhan | 20 Januari 2026, 09:10 WIB
Menggabungkan Puasa Sya'ban dengan Puasa Qodho Ramadhan, Apa Boleh?

AKURAT.CO Menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak umat Islam memanfaatkan bulan Sya'ban untuk memperbanyak puasa sunnah. Namun, muncul satu pertanyaan klasik yang terus berulang setiap tahun: apakah boleh menggabungkan puasa sunnah Sya'ban dengan puasa qodho Ramadhan yang belum ditunaikan?

Pertanyaan ini relevan, terutama bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya karena uzur seperti sakit, haid, atau perjalanan jauh.

Bolehkah Puasa Qodho Dilakukan di Bulan Sya'ban?

Secara umum, puasa qodho Ramadhan boleh dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadhan, termasuk di bulan Sya'ban. Bahkan, mayoritas ulama menyatakan bahwa menunaikan qodho sebelum Ramadhan berikutnya adalah kewajiban yang harus diprioritaskan.

Artinya, bulan Sya'ban justru menjadi waktu strategis untuk menyelesaikan tanggungan puasa sebelum memasuki Ramadhan baru.

Baca Juga: 1 Syaban 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bolehkah Niat Puasa Qodho Digabung dengan Puasa Sunnah Sya'ban?

Dalam fikih, persoalan ini dikenal dengan istilah tasyrik an-niyyah atau penggabungan niat. Para ulama berbeda pendapat, namun mayoritas membolehkan puasa qodho Ramadhan sekaligus diniatkan untuk memperoleh keutamaan puasa sunnah Sya'ban.

Dengan satu puasa, seseorang mendapatkan dua nilai ibadah: gugurnya kewajiban qodho dan pahala tambahan dari puasa sunnah Sya'ban.

Pandangan Mazhab Ulama

Ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali pada prinsipnya membolehkan penggabungan niat antara puasa wajib dan puasa sunnah. Namun, perlu dicatat bahwa pahala puasa sunnahnya mengikuti niat tambahan, sementara kewajiban utamanya tetap qodho.

Mazhab Maliki cenderung lebih berhati-hati dan menganjurkan agar puasa qodho dan puasa sunnah dilakukan secara terpisah agar keutamaannya lebih sempurna.

Mana yang Lebih Utama: Digabung atau Dipisah?

Dari sisi kehati-hatian ibadah, memisahkan puasa qodho dan puasa sunnah tentu lebih afdhal. Namun, bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, menggabungkan niat tetap dinilai sah dan dibenarkan secara fikih.

Yang terpenting adalah kewajiban qodho Ramadhan tidak ditunda hingga masuk Ramadhan berikutnya tanpa alasan syar’i.

Baca Juga: 5 Amalan Sebelum Berbuka Puasa Nisfu Syaban, Pahalanya Sangat Besar!

Puasa Setelah Nisfu Sya'ban, Bolehkah untuk Qodho?

Larangan berpuasa setelah pertengahan bulan Sya'ban tidak berlaku bagi puasa wajib. Karena itu, puasa qodho Ramadhan tetap boleh dilakukan meskipun sudah melewati tanggal 15 Sya'ban.

Larangan tersebut hanya ditujukan bagi puasa sunnah murni yang tidak memiliki sebab.

Kesimpulan

Menggabungkan puasa Sya'ban dengan puasa qodho Ramadhan diperbolehkan dan sah menurut mayoritas ulama. Meski demikian, jika memungkinkan, memisahkan antara puasa wajib dan sunnah tetap menjadi pilihan terbaik.

Bulan Sya'ban seharusnya dimanfaatkan sebagai fase beres-beres ibadah, agar Ramadhan disambut tanpa beban utang puasa dan dengan kesiapan spiritual yang lebih matang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.