MUI Tegaskan Haram Buang Sampah ke Perairan, Kebersihan Lingkungan Jadi Tanggung Jawab Keagamaan

AKURAT.CO Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru yang mengharamkan tindakan membuang sampah ke sungai, danau, maupun laut.
Ketetapan tersebut diumumkan dalam Munas XI MUI Tahun 2025, sebagai respon atas meningkatnya pencemaran perairan dan dampaknya terhadap kesehatan publik.
“Membuang sampah ke sungai, danau, dan laut hukumnya haram karena dapat mencemari sumber air dan membahayakan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya,” tegas Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Asrorun Niam Sholeh, Senin (24/11/2025).
Prof. Asrorun menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dipandang sebagai bagian dari ibadah sosial yang memiliki nilai moral bagi umat Islam.
“Pengelolaan sampah merupakan bagian dari ibadah sosial. Karena itu setiap muslim wajib menjaga kebersihan sungai, danau, dan laut sebagai sumber air penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Bencana Banjir dan Longsor, MUI Ingatkan Pelaku Usaha agar Tidak Merusak Hutan
Fatwa ini memuat panduan tata kelola sampah yang perlu diterapkan oleh masyarakat, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga tempat ibadah. Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, serta rutin membersihkan area publik, termasuk sungai dan pantai. Larangan keras juga diberlakukan terhadap aktivitas pembuangan sampah ke perairan umum.
Bagi sektor usaha, MUI menekankan pentingnya mengurangi timbulan sampah produksi, menghindari pembuangan limbah ke sungai dan laut, serta menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan juga diimbau melakukan daur ulang dan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan sampah.
Lembaga pendidikan didorong menerapkan sistem sekolah hijau dengan integrasi pendidikan fikih lingkungan dalam kurikulum. Tempat ibadah pun diminta mengadopsi pengelolaan ramah lingkungan, menyediakan fasilitas sampah memadai, serta mengangkat isu lingkungan dalam khutbah dan kajian keagamaan.
Baca Juga: Profil KH Anwar Iskandar dan Susunan Pengurus MUI Baru 2025–2030
MUI menekankan peran sentral para tokoh agama sebagai penggerak utama dalam kampanye menjaga kebersihan lingkungan. Para ulama diminta menginternalisasi pesan-pesan ekologis ke dalam dakwah agar kesadaran masyarakat tumbuh secara konsisten dari nilai spiritualitas.
Dengan keluarnya fatwa ini, MUI berharap pengelolaan lingkungan menjadi agenda bersama seluruh elemen bangsa, sekaligus menjadi wujud nyata pengamalan ajaran Islam dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









