Gus Baha Sering Nangis saat Baca Al-Qur'an: Allah itu Sesayang ini Sama Makhluk-Nya

AKURAT.CO Dalam kegiatan Maulid Rasulullah SAW yang digelar di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta, Sabtu (1/11/2025), ribuan jemaah memadati aula utama untuk mengikuti tausiah dari tiga tokoh besar: Prof. M. Quraish Shihab selaku pendiri PSQ, Prof. Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama, dan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
Dalam ceramahnya, Gus Baha menyampaikan pesan yang membuat banyak jemaah terharu. Ia bercerita bahwa dirinya sering menangis ketika membaca Al-Qur’an karena begitu kuatnya rasa kasih sayang Allah terhadap makhluk-Nya.
“Saya itu sering baca Al-Qur’an sambil nangis. Karena Allah itu sesayang ini sama makhluk-Nya,” ujar Gus Baha dengan suara lembut, di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan khidmat.
Menurutnya, rahmat Allah mencakup segala hal untuk manusia, bahkan melampaui logika manusia biasa. “Kita ini bisa jadi mulia seperti sekarang — ada yang jadi presiden, ulama, kiai, menteri — itu karena Allah menutupi aib kita. Kalau aib itu dibuka, mungkin kita tidak akan dihormati seperti hari ini,” katanya.
Baca Juga: Gus Baha Tak Ingin Masuk Surga Bareng Nabi, Alasannya Bikin Mlongo Jemaah
Gus Baha kemudian mencontohkan ayat Al-Qur’an yang menggambarkan kasih sayang Allah terhadap manusia. Ia menyebut, bahkan Nabi pernah memohon agar Allah mengampuni manusia jika berbuat salah atau lupa. “Dan Allah kabulkan doa itu dengan menurunkan ayat di akhir Surah Al-Baqarah. Di situ disebutkan, kalau manusia salah atau lupa, maka jangan dihukum, tapi ampuni,” jelasnya.
Ia lalu menambahkan bahwa permohonan seperti itu sebenarnya “aneh” jika dilihat dari logika manusia biasa. “Ini kan secara logika manusia aneh. Wong salah sama lupa kok masih minta diampuni, dianggap tidak pernah melakukannya. Coba kalau manusia begitu ke atasannya, lupa atau salah terus minta dimaafkan terus-terusan, bisa-bisa malah di-PHK,” tutur Gus Baha disambut tawa lembut para jemaah.
Melalui cara khasnya yang sederhana namun mendalam, Gus Baha ingin menegaskan bahwa kasih sayang Allah jauh melampaui pemahaman manusia. Bahwa setiap kesalahan dan kelupaan manusia tidak langsung berujung pada hukuman, tetapi sering kali justru menjadi ruang bagi Allah untuk menunjukkan rahmat-Nya.
Baca Juga: Soal Bangun Pesantren dengan APBN, Ma'ruf Amin: Pemerintah Wajib Bantu Pesantren
Suasana Maulid di PSQ malam itu terasa penuh kehangatan. Ceramah Gus Baha yang mengalir apa adanya membuat jemaah bukan hanya tertawa, tetapi juga merenung — betapa besar cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya yang lemah dan penuh khilaf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







