Akurat

7 Amalan Sunnah yang Paling Utama, Jalan Cepat Meraih Cinta Allah SWT

Eko Krisyanto | 20 Oktober 2025, 23:59 WIB
7 Amalan Sunnah yang Paling Utama, Jalan Cepat Meraih Cinta Allah SWT

AKURAT.CO Setiap Muslim tentu ingin hidup dalam keridaan Allah dan senantiasa dekat dengan-Nya. Ibadah wajib seperti salat lima waktu, puasa Ramadan, dan zakat memang menjadi pilar utama dalam Islam.

Namun, untuk menyempurnakan hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta, Islam juga membuka banyak pintu kebaikan melalui amalan sunnah.

Amalan sunnah bukan sekadar pelengkap, melainkan jalan menuju cinta Allah. Dalam hadis Qudsi, Rasulullah SAW menyampaikan sabda Allah:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Lalu, amalan sunnah apa saja yang paling utama dan bisa diamalkan setiap hari? Berikut tujuh di antaranya yang disebutkan dalam hadis-hadis sahih.

1. Salat Sunnah Rawatib

Salat sunnah rawatib adalah salat yang mengiringi salat wajib, baik sebelum maupun sesudahnya. Rasulullah SAW sangat menjaga amalan ini.

“Tidak ada seorang hamba yang melakukan salat sunnah dua belas rakaat setiap hari selain salat wajib, melainkan Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)

Dua belas rakaat tersebut meliputi:
• Dua rakaat sebelum Subuh
• Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya
• Dua rakaat sesudah Magrib
• Dua rakaat sesudah Isya

Salat rawatib menjadi tanda kesungguhan seorang hamba yang ingin selalu dekat dengan Allah, bahkan di luar kewajiban utamanya.

Baca Juga: Gelora Sepakbola Putri di Yogyakarta Meledak, MLSC Jadi Magnet Talenta Muda

2. Salat Tahajud

Tahajud disebut sebagai salat terbaik setelah salat wajib. Waktunya dilakukan di sepertiga malam terakhir—saat dunia hening dan hati paling jernih.

“Sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam (tahajud).” (HR. Muslim)

Tahajud bukan sekadar ibadah malam, tetapi juga momen intim seorang hamba dengan Rabb-nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada waktu itu untuk mengabulkan doa hamba-hamba yang memohon dengan sungguh-sungguh.

3. Puasa Sunnah

Selain Ramadan, Rasulullah SAW mencontohkan berbagai puasa sunnah dengan keutamaan besar:

• Puasa Senin dan Kamis – hari ketika amal manusia diangkat kepada Allah.

“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalanku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

• Puasa Ayyamul Bidh – tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

“Berpuasalah tiga hari setiap bulan, karena pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

• Puasa Arafah (bagi yang tidak berhaji) – menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Puasa sunnah mengajarkan kesabaran, melatih keikhlasan, serta memperkuat kontrol diri di tengah godaan dunia.

4. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Membaca Al-Qur’an membawa ketenangan dan cahaya bagi hati. Setiap hurufnya bernilai pahala besar:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi)

Lebih dari sekadar bacaan, tadabbur —merenungi makna dan mengamalkan isi Al-Qur’an— menjadikan hati hidup dan iman bertumbuh.

Baca Juga: 8.000 Buyer Hadiri TEI 2025, Produk Indonesia Kian Diminati Dunia

5. Berdzikir dan Berdoa

Dzikir adalah bahan bakar hati yang menjaga hubungan dengan Allah di setiap waktu. Rasulullah SAW menganjurkan banyak dzikir ringan namun berpahala besar, di antaranya:

• Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan La ilaha illallah.

“Barang siapa mengucapkan ‘Subhanallah wa bihamdih’ seratus kali dalam sehari, dihapuskan dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain dzikir, memperbanyak doa dan istighfar juga sangat dianjurkan. Ia adalah bentuk kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.

6. Menyebarkan Salam dan Senyum

Islam menanamkan kebaikan mulai dari hal kecil.

“Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman sampai kamu saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu melakukannya, kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Bahkan senyum pun bernilai sedekah: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)

Salam, senyum, dan tutur kata lembut adalah amalan sederhana namun kuat dalam mempererat ukhuwah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

7. Bersedekah dan Membantu Sesama

Rasulullah SAW dikenal sebagai manusia paling dermawan. “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Sedekah tak selalu berupa uang —menolong, memberi nasihat baik, atau meringankan beban sesama pun termasuk sedekah. Amalan ini menjadi cerminan kasih sayang dan kepedulian sosial yang tinggi.

Jalan Menuju Cinta Ilahi

Amalan sunnah adalah kunci untuk meraih cinta Allah dan menyempurnakan ibadah wajib.

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Dari salat malam hingga senyum tulus, setiap amalan bernilai besar bila dilakukan dengan ikhlas dan konsisten. Bukan banyaknya amalan yang menentukan, tetapi ketulusan hati dalam beribadah.

Melalui amalan sunnah, seorang Muslim memperindah akhlaknya, memperkuat imannya, dan melangkah lebih dekat kepada Allah SWT.

Baca Juga: Populasi Gajah Liar India Turun 25 Persen, Habitat Kian Terancam

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.