Akurat

Jadwal Puasa Asyura Pemerintah dan Muhammadiyah Sama atau Tidak?

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Juli 2025, 08:28 WIB
Jadwal Puasa Asyura Pemerintah dan Muhammadiyah Sama atau Tidak?

AKURAT.CO Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam dalam kalender Hijriah, yang dipercaya sebagai hari penuh keberkahan dan pengampunan dosa.

Namun demikian, dalam praktik penentuan tanggal 10 Muharam, seringkali terjadi perbedaan antara pemerintah Indonesia dan organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah.

Hal ini menarik perhatian sebagian kalangan yang ingin mengetahui apakah jadwal puasa Asyura yang ditetapkan oleh pemerintah dan Muhammadiyah sama atau berbeda.

Secara umum, perbedaan penetapan awal bulan Hijriah terjadi karena metode yang digunakan untuk menentukan tanggal 1 Muharam berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyat hilal, yakni pengamatan bulan sabit secara langsung.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis yang lebih bersifat matematis.

Baca Juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025: Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Pada tahun 2025 ini, pemerintah Indonesia menetapkan 1 Muharam 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Muharam 1447 Hijriah lebih awal, yaitu pada Kamis, 26 Juni 2025. Dengan demikian, tanggal 10 Muharam atau hari Asyura menurut kalender pemerintah dan Muhammadiyah pun mengalami perbedaan.

Berdasarkan penetapan tersebut, berikut adalah jadwal puasa Asyura yang berlaku:

Menurut pemerintah Indonesia dan Nahdlatul Ulama, puasa Asyura dilaksanakan pada Minggu, 6 Juli 2025. Sedangkan menurut Muhammadiyah, puasa Asyura dilaksanakan sehari lebih awal, yakni pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Dengan demikian, secara teknis, jadwal puasa Asyura antara pemerintah dan Muhammadiyah tidak sama, melainkan berselisih satu hari. Perbedaan ini sepenuhnya didasarkan pada metode penentuan awal bulan Hijriah yang memang telah dipahami bersama dalam konteks kehidupan beragama di Indonesia.

Meski terjadi perbedaan dalam penentuan tanggal, umat Islam di Indonesia senantiasa dihimbau untuk saling menghargai perbedaan tersebut. Islam mengajarkan toleransi dalam hal-hal yang bersifat ijtihadiyah, termasuk dalam metode penetapan awal bulan Hijriah.

Yang lebih utama adalah esensi dari ibadah puasa Asyura itu sendiri, yakni meneladani Rasulullah SAW yang berpuasa pada tanggal 10 Muharam sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Baca Juga: Kapan Puasa ‘Asyura Tahun 2025? Ini Jadwal Validnya!

Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Muslim bersabda bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar yang seyogianya tidak dilalaikan oleh umat Islam, terlepas dari perbedaan tanggal pelaksanaannya.

Oleh karena itu, baik mengikuti jadwal pemerintah maupun Muhammadiyah, keduanya sama-sama bermaksud melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah adalah kunci dalam menyikapi perbedaan ini.

Dengan demikian, umat Islam dapat terus menjaga harmoni dalam beragama serta memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan Muharam yang penuh berkah ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.