AKURAT.CO Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya Muslim, perayaan Maulid Nabi selalu diwarnai dengan berbagai tradisi unik yang berbeda di setiap daerah.
Inilah lima serba-serbi Maulid Nabi Muhammad SAW dari berbagai daerah di Indonesia yang tak hanya unik, tapi juga penuh makna spiritual.
1. Grebeg Maulid – Yogyakarta
Yogyakarta terkenal dengan tradisi Grebeg Maulid yang sudah berlangsung sejak zaman kerajaan Mataram.
Pada perayaan ini, Keraton Yogyakarta menyelenggarakan arak-arakan gunungan, yaitu tumpukan makanan dan hasil bumi yang berbentuk kerucut.
Gunungan ini kemudian diarak dari keraton ke Masjid Gedhe Kauman. Setelah doa bersama, gunungan ini diperebutkan oleh masyarakat yang percaya bahwa mendapat bagian dari gunungan tersebut akan membawa berkah.
2. Sekaten – Solo
Kota Solo juga memiliki tradisi peringatan Maulid Nabi yang tak kalah menarik, yaitu Sekaten. Acara ini biasanya berlangsung selama seminggu dan dimulai dengan tabuhan gamelan di Masjid Agung Solo.
Baca Juga: Sejarah Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Selain itu, Sekaten juga identik dengan pasar rakyat besar yang menjual berbagai makanan tradisional dan barang-barang kebutuhan. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad, tetapi juga menjadi momen untuk menjaga budaya dan kesenian daerah.
3. Maulid Nabi dengan Prosesi Nganggung – Bangka Belitung
Di Bangka Belitung, perayaan Maulid Nabi dilakukan dengan prosesi Nganggung, yaitu membawa dulang berisi makanan yang ditutup dengan tudung saji ke masjid atau lapangan untuk dinikmati bersama.
Makanan yang dibawa biasanya berupa nasi dan lauk-pauk tradisional. Tradisi ini menunjukkan nilai gotong royong dan kebersamaan, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
4. Perayaan Maulid Adat Cikoang – Makassar
Di Cikoang, Makassar, ada tradisi Maudu Lompoa yang menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi.
Tradisi ini merupakan gabungan antara adat Bugis-Makassar dan ajaran Islam, di mana masyarakat membuat perahu kecil yang dihias indah dan diisi dengan berbagai makanan tradisional.
Perahu ini kemudian diarak menuju laut sebagai simbol penghormatan kepada Nabi Muhammad. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu dan tetap dipertahankan hingga kini.
5. Tradisi Baayun Maulid – Banjarmasin
Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terdapat tradisi Baayun Maulid, yaitu mengayun anak-anak dalam ayunan yang dihiasi kain dan pernak-pernik warna-warni.
Tradisi ini dipercaya dapat membawa keberkahan bagi anak-anak yang diayun, serta memberikan doa keselamatan dan kesejahteraan bagi mereka.
Baca Juga: Pidato Singkat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Baayun Maulid tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang tertarik dengan keunikan budaya daerah tersebut.
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara yang berbeda dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, namun semuanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mengingat dan meneladani sifat serta ajaran Rasulullah SAW.
Berbagai tradisi ini tidak hanya mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Islam dapat beradaptasi dengan kearifan lokal tanpa kehilangan esensi spiritualnya.
Dengan kekayaan tradisi ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momen untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.










