Akurat

Cara Sholat Taubah, Amalan Penting di Malam Lailatul Qadar

Fajar Rizky Ramadhan | 1 April 2024, 15:52 WIB
Cara Sholat Taubah, Amalan Penting di Malam Lailatul Qadar

AKURAT.CO Mengetahui tata cara sholat Taubah penting bagi umat Islam. Pasalnya, amalan ini penting dilakukan di malam Lailatul Qadar.

Shoat taubat adalah sholat sunah yang dilakukan untuk memohon ampunan atas segala dosa yang pernah seseorang lakukan.

Sholat taubat dapat menjadikan seseorang kembali kepada jalan yang benar. Karena dengan taubat, dosa masa lalu akan Allah ampuni secara keseluruhan.

Tata Cara Sholat Taubat

Sholat taubat dilakukan dengan 2 rakaat dengan sekali salam, berikut tata caranya: 

1. Membaca niat salat taubat nasuha. (Ushalli sunnatat taubata rak’ataini lillahi ta’ala)

2. Takbiratul ihram.

3. Membaca doa iftitah (Disunnahkan)

4. Membaca Surah Al-Fatihah.

5. Membaca surah pendek dari Alquran.

6. Rukuk (membaca tasbih rukuk 3x).

7. I’tidal (membaca doa I’tidal).

8. Sujud (membaca tasbih sujud 3x).

9. Duduk di antara dua sujud (membaca doa ‘Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii’)

10. Sujud kedua. (membaca tasbih sujud tiga kali).

11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti melakukan rakaat yang pertama

12  Duduk tasyahud akhir (membaca tasyahud akhir).

13. Salam.

14. Berdoa meminta ampunan

Baca Juga: Apakah Sholat Lailatul Qadar Harus di Masjid? Ini Jawaban Sesuai Sunnah dan Pendapat Ulama

Doa setelah Sholat Taubat

Doa yang dibaca setelah sholat taubat adalah Sayyidul Istighfar. Sayyidul Istighfar merupakan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad yang berisikan pengakuan dan permohonan pengampunan dosa.

للّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana'abduka wa ana'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat,"

Maka mari betul-betul memanfaatkan keutamaan bulan Ramadan ini, jangan sampai Ramadan yang penuh ampunan ini terlewat tanpa dosa yang belum terampuni. Semoga bermanfaat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.