Meskipun dihormati oleh mayoritas umat Islam sebagai seorang sahabat Nabi Muhammad yang dihormati, pandangan Syi'ah terhadapnya sangat berbeda.
Dalam pandangan mereka, Umar sering kali dianggap sebagai figur yang kontroversial dan memiliki dampak negatif dalam sejarah Islam.
Kelompok Syi'ah, yang merupakan salah satu dari dua cabang utama dalam Islam bersama Sunni, memiliki pandangan yang berbeda terhadap kepemimpinan dan warisan Umar ibn Khattab.
Baca Juga: Kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq Cacat Etika Menurut Kelompok Syi'ah
PBerikut adalah beberapa poin utama dalam pandangan mereka:
Penolakan terhadap Legitimasi Kepemimpinan
Salah satu poin utama dalam pandangan Syi'ah terhadap Umar adalah penolakan mereka terhadap legitimasi kepemimpinannya. Mereka berpendapat bahwa Umar tidak memiliki hak untuk menjadi khalifah setelah Nabi Muhammad wafat, dan seharusnya posisi kepemimpinan dipegang oleh Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad.
Pengkritikan terhadap Tindakan dan Kebijakan
Syi'ah sering kali mengkritik tindakan dan kebijakan Umar selama masa kepemimpinannya. Mereka menyoroti beberapa keputusan kontroversial yang diambilnya, termasuk penaklukan wilayah baru, hukum yang diberlakukan, dan kebijakan administratif.
Persepsi terhadap Peran dalam Kematian Ali
Salah satu momen paling kontroversial dalam hubungan antara Umar dan kelompok Syi'ah adalah peran yang diduga dimainkannya dalam pembunuhan Ali bin Abi Thalib, yang menjadi khalifah keempat menurut kelompok Syi'ah. Meskipun bukti sejarahnya tidak pasti, namun dalam tradisi Syi'ah, Umar sering kali dianggap memiliki peran dalam konspirasi untuk membunuh Ali.
Persepsi terhadap Perlakuan terhadap Keluarga Nabi
Kelompok Syi'ah juga mencatat perlakuan Umar terhadap keluarga Nabi, terutama Fatimah, putri Nabi Muhammad, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka menyoroti insiden penyerbuan rumah Fatimah yang menyebabkan keguguran anaknya, serta penolakan Umar untuk memberikan hak-hak yang dianggap oleh Syi'ah seharusnya diberikan kepada keluarga Nabi.
Baca Juga: Boleh Menerima Uang Serangan Fajar? Ini Jawabannya Menurut Islam
Simbol Perselisihan Politik
Bagi kelompok Syi'ah, Umar juga merupakan simbol dari perselisihan politik dan ketidakstabilan yang terjadi setelah wafatnya Nabi Muhammad. Mereka melihat masa kepemimpinannya sebagai periode di mana Islam mengalami pembelahan dan pergolakan politik yang memengaruhi masa depan umat Islam.
Pandangan kelompok Syi'ah terhadap Umar ibn Khattab sangat berbeda dari mayoritas umat Islam Sunni. Mereka melihatnya sebagai figur yang kontroversial dalam sejarah Islam, dengan penolakan terhadap legitimasi kepemimpinannya, kritik terhadap kebijakan dan tindakannya, serta persepsi negatif terhadap peran yang dimainkannya dalam peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam.