Akurat Logo

Kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq Cacat Etika Menurut Kelompok Syi'ah

Fajar Rizky Ramadhan | 16 Februari 2024, 09:31 WIB
Kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq Cacat Etika Menurut Kelompok Syi'ah

AKURAT.CO Khalifah pertama yang memimpin umat pasca Rasulullah wafat adalah Abu Bakar Shiddiq. Menurut Syi'ah, kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq cacat etika.

Berbeda dengan pandangan Sunni yang menyebut kepemimpinan Abu Bakar sebagai kepemimpinan yang normal, menurut Syi'ah kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq cacat etika.

Abu Bakar Shiddiq, yang diakui sebagai salah satu dari empat khalifah pertama dalam Islam Sunni itu memiliki reputasi yang berbeda dalam pandangan kelompok Syiah.

Kelompok Syiah memiliki perspektif unik terhadap kepemimpinan Abu Bakar, yang sering kali kontroversial dan bertentangan dengan pandangan yang diterima secara umum dalam Islam Sunni.

Baca Juga: Ramai Aksi Saling Hujat Antar Pendukung Paslon di Media Sosial, Ini Hukum Mencaci Maki dalam Ajaran Agama Islam

Pertama-tama, penting untuk dicatat bahwa Syiah percaya bahwa kepemimpinan seharusnya berada di tangan Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad, sebagai khalifah pertama setelah wafatnya Nabi.

Dalam pandangan Syiah, Abu Bakar, serta khalifah kedua, Umar bin Khattab, dan khalifah ketiga, Utsman bin Affan, dianggap sebagai pemimpin yang tidak sah. Mereka percaya bahwa kepemimpinan seharusnya diserahkan kepada para imam yang dipilih oleh Allah, dimulai dengan Imam Ali.

Secara khusus, kelompok Syiah memiliki beberapa kritik terhadap kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq:

Penyelidikan Pemilihan: Syiah mempertanyakan legitimasi pemilihan Abu Bakar sebagai khalifah. Mereka percaya bahwa proses pemilihannya tidak memperhatikan hak waris Ali bin Abi Thalib yang dipilih langsung oleh Nabi Muhammad.

 

Kasus Pengangkatan: Dalam perspektif Syiah, pengangkatan Abu Bakar oleh beberapa sahabat Nabi dalam Saqifah Bani Sa'idah di Madinah merupakan hasil dari tindakan yang tidak adil dan tidak mencerminkan kehendak sebenarnya Nabi Muhammad.

Baca Juga: Boleh Menerima Uang Serangan Fajar? Ini Jawabannya Menurut Islam

 

Kepemimpinan Kontroversial: Beberapa keputusan yang diambil oleh Abu Bakar selama masa kepemimpinannya, seperti penolakannya untuk memberikan bagian dari harta warisan kepada keluarga Nabi, dikritik oleh Syiah sebagai tindakan yang tidak adil dan mencoreng kepemimpinannya.

 

Konflik dengan Imam Ali: Salah satu aspek paling kontroversial dalam hubungan Abu Bakar dengan kelompok Syiah adalah pengabaian terhadap klaim Ali sebagai pewaris langsung Nabi Muhammad. Kelompok Syiah percaya bahwa tindakan ini merusak kesinambungan kepemimpinan yang diinginkan oleh Nabi.

Dalam pandangan Syiah, kepemimpinan Abu Bakar Shiddiq adalah salah satu babak awal dalam apa yang mereka lihat sebagai sejarah penindasan terhadap keluarga Nabi dan para pengikutnya.

Meskipun pandangan ini sangat berbeda dari pandangan Sunni yang menganggap Abu Bakar sebagai salah satu khalifah yang paling mulia dan dihormati, penting untuk memahami variasi pandangan dalam dunia Islam dan kompleksitas sejarah yang melingkupi masa kepemimpinan awal umat Islam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.