Profil Myanmar, Negara Asia Pertama Yang Mengakui Kemerdekaan Israel Dan Mendukung Hingga Sekarang

AKURAT.CO - Salah satu negara bagian Asia Tenggara yang mendukung penjajah Israel atas Palestina yaitu Myanmar.
Myanmar dikenal memiliki kedekatan yang sangat erat dengan Israel. Kedua negara ini menjalin hubungan persahabatan yang kuat dan menjadi salah satu yang paling awal di Asia dalam mengakui kemerdekaan Israel.
Hubungan diplomatik antara Myanmar dan Israel pertama kali terjalin pada 1953. Israel memiliki kedutaan besar di Yangon dan Myanmar memiliki kedutaan besar di Tel Aviv.
Dalam konflik antara Israel dan Palestina, Myanmar mendukung Israel. Meski genosida yang dilakukan oleh zionis Israel terus meresahkan, negara bagian Asia Tenggara itu tetap mendukung kejahatannya.
Baca Juga: Profil Singapura, Negara ASEAN Yang Dukung Israel Dan Tuduh Bahwa Hamas Adalah Teroris
Profil Negara Myanmar
Myanmar, yang sebelumnya dikenal sebagai Burma, adalah negara yang terletak di Asia Tenggara. Ibu kota negara ini adalah Naypyidaw, meskipun sebelumnya ibu kota yang lebih terkenal adalah Yangon. Myanmar memiliki sejarah yang kaya dengan warisan budaya yang mendalam.
Geografi dan Demografi
Myanmar berbatasan dengan Bangladesh, India, Tiongkok, Laos, dan Thailand. Dengan luas wilayah sekitar 676,578 kilometer persegi, negara ini memiliki beragam lanskap termasuk pegunungan, dataran rendah, dan sungai-sungai besar seperti Sungai Irrawaddy.
Dengan populasi lebih dari 54 juta orang, Myanmar adalah rumah bagi berbagai kelompok etnis dan budaya. Grup etnis utama termasuk Bamar, Shan, Karen, dan Kachin.
Sejarah Politik
Myanmar memiliki sejarah politik yang rumit. Pada 1962, militer mengambil alih pemerintahan dan mendirikan rezim otoriter. Perlawanan terhadap pemerintahan tersebut mencapai puncaknya dengan Revolusi Saffron pada 2007 dan pemilihan umum pada 2015 yang membawa Aung San Suu Kyi dan partainya, NLD, ke tampuk kekuasaan.
Namun, situasi berubah pada Februari 2021 ketika militer kembali mengambil alih pemerintahan dalam kudeta, menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan menimbulkan ketegangan dalam negeri dan tekanan internasional.
Baca Juga: Doa Untuk Para Mujahidin Palestina, Amalkan Agar Mereka Diberi Kekuatan Melawan Zionis Israel
Budaya dan Agama
Budaya Myanmar mencerminkan pengaruh dari berbagai kebudayaan sepanjang sejarahnya. Agama Buddha memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat Myanmar, dengan sebagian besar penduduk menganut Theravada Buddhism. Kuil-kuil dan pagoda-pagoda yang indah, seperti Shwedagon Pagoda di Yangon, menjadi pusat spiritual dan turis.
Ekonomi dan Sumber Daya Alam
Ekonomi Myanmar, yang sebagian besar berbasis pertanian, telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini kaya akan sumber daya alam, termasuk gas alam, minyak, dan tambang jade yang terkenal. Namun, tantangan seperti ketidakstabilan politik dan konflik etnis mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Pariwisata
Myanmar memiliki daya tarik wisata yang unik, mulai dari situs sejarah seperti Bagan dengan ratusan stupa dan kuil, hingga keindahan alam di Danau Inle. Meskipun industri pariwisata berkembang pesat sebelum kudeta, situasi politik terkini telah memberikan dampak pada sektor ini.
Secara keseluruhan, Myanmar adalah negara yang kaya akan sejarah, budaya, dan alam. Meskipun menghadapi tantangan politik, harapannya adalah agar negara ini dapat menemukan jalan menuju stabilitas dan kemajuan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








