Ini Berbagai Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi Di Indonesia

AKURAT.CO, Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan rutin tahunan yang diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia. Peringatan lahirnya manusia suci ini dilakukan dengan berbagai macam kegiatan.
Khusus di Indonesia, ada berbagai kegiatan unik dalam rangka memperingati lahirnya Rasulullah SAW. AKURAT.CO telah merangkum 4 diantaranya sebagai berikut:
Grebeg Maulud
Andreasadalah upacara puncak dari perayaan Sekaten, yang digelar oleh Keraton Yogyakarta, untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut ditandai dengan keluarnya beberapa gunungan.
Muludhen
Muludhen merupakan tradisi yang digelar masyarakat Madura, Jawa Timur,untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Biasanya, dalam acara ini diisi dengan pembacaan riwayat hidup Nabi, dan ceramah keagamaan.
Baca Juga: Sering Bingung Membedakan Antara Maulid Dan Maulud? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Selain itu, ada juga tumpengan yang berisi beragam buah-buahan, yang ditusuk dan dilekatkan pada tumpengan. Buah yang digunakan disini sepertirambutan, pisang, salak, apel, jeruk, dan masih banyak lagi. Namun, kini tumpengan tak lagi berisi buah-buahan. Mereka sudah menggantinya dengan makanan instan dan uang.
Keresen
Tradisi tahunan ini digelar oleh masyarakat Dusun Mengelo, Mojokerto, Jawa Timur. Dimana, warga akan berebut berbagai hasil bumi, dan pakaian yang digantung pada pohon keres. Pohon keres yang ‘berbuah’ aneka hasil bumi ini melambangkan kelahiran Nabi Muhammad, yang membawa berkah bagiseluruh umat Islam di dunia.
Maudu Lompoa
Tradisi Maudu Lompoa adalah acara yang digelar oleh masyarakat Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan, untuk memperingati hari raya Maulid Nabi. Dalam tradisi ini terdapat banyak perpaduan atraksi budaya, dengan ritual keagamaan yang digelar tiap bulan Rabiul Awal, berdasarkan kalender Hijriyah.
Baca Juga: Intip Serunya Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta
Menariknya, dalam acara ini masyarakat Cikoang akan menggunakan pakaian adat dan berjalan beriringan sambil memukul julung-julung. Dan nantinya, julung-julung ini akan diperebutkan oleh warga. Mereka akan memperebutkan julung-julung yang berisikan beras ketan, mukena, telur hias, beras dimasak setengah matang, hingga kain khas Sulawesi Selatan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








