AKURAT.CO Sejarah mahar dalam pernikahan dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno dan telah menjadi bagian dari berbagai budaya di seluruh dunia. Istilah "mahar" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "hadiah". Di banyak masyarakat tradisional, mahar adalah pemberian atau hadiah yang diberikan oleh pihak pengantin pria kepada pihak pengantin wanita atau keluarganya sebagai bagian dari proses pernikahan. Akan tetapi, ada juga beberapa budaya di mana mahar dapat diberikan oleh keluarga wanita kepada keluarga pria.
Berikut adalah beberapa contoh sejarah mahar dalam beberapa budaya:
India: Dalam budaya India, mahar disebut juga sebagai "dowry" (mas kawin) atau "bride price" (harga pengantin). Awalnya, mahar adalah hadiah yang diberikan oleh keluarga pria kepada keluarga wanita sebagai bentuk perlindungan ekonomi dan status sosial bagi wanita di dalam pernikahan. Namun, seiring berjalannya waktu, praktik ini telah mengalami perubahan dan kadang-kadang menyebabkan masalah seperti penyalahgunaan dan tekanan pada pihak wanita.
Indonesia: Di Indonesia, mahar juga dikenal sebagai "mas kawin". Tradisi ini telah ada dalam masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala dan berbeda-beda di setiap daerah. Mahar di Indonesia bisa berupa uang tunai, perhiasan, atau barang-barang tertentu yang dianggap berharga. Mahar juga memiliki simbolisme dalam menunjukkan niat baik pihak pria untuk menjaga dan memberi perhatian pada pihak wanita.
Arab dan Timur Tengah: Di beberapa budaya di Timur Tengah, mahar juga merupakan praktik umum dalam pernikahan. Mahar dapat berupa uang tunai, perhiasan, ternak, atau properti. Dalam beberapa kasus, jumlah mahar bisa menjadi bahan perundingan dan menjadi tanda status sosial dari pihak pria.
Cina: Di beberapa kelompok etnis di Cina, mahar dikenal sebagai "caili" dan dapat berupa uang, perhiasan, atau barang-barang berharga lainnya. Caili menjadi simbol kesungguhan pihak pria dan keluarganya dalam menghargai calon mempelai wanita.
Seiring dengan perubahan sosial dan budaya, praktik mahar dalam pernikahan dapat berubah atau menghilang di beberapa masyarakat. Meskipun demikian, dalam beberapa budaya tradisional, mahar masih menjadi bagian penting dari proses pernikahan sebagai simbol kasih sayang, kesungguhan, dan penghargaan antara keluarga pengantin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana





