Arti Kata Iftar Saat Berpuasa dan Keutamaannya

AKURAT.CO Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kebaikan dan pahala. Karena semua setan akan dibelenggu sehingga tidak ada keburukan atau kemaksiatan yang dibuat oleh setan. Di bulan Ramadan ini kita bisa menjalankan kegiatan seperti iftar, sahur, tadarus Al-Qur’an bersama-sama dan lain sebagainya.
Pada saat Ramadan banyak orang yang berbondong-bondong untuk membeli iftar untuk keluarganya, bahkan ada yang menjual iftar ketika menjelang iftar itu sendiri. Bahkan ada yang melaksanakan iftar di mesjid bersama jemaah atau teman lainnya.
Ketika bulan Ramadan ini kita sering sekali mendengar kata iftar, tetapi banyak yang belum tau arti dari kata iftar itu sendiri. Berikut ini adalah penjelasan mengenai iftar dan keutamaannya:
Pengertian Iftar
Iftar pada umumnya merupakan kegiatan buka puasa yang dilakukan umat Islam saat berpuasa. Waktu yang tepat untuk berbuka puasa adalah saat magrib atau saat adzan maghrib terdengar.
Dalam bahasa arab iftar itu disebut juga sebagai iftar (إفطارi) yang bermakna buka puasa. Secara istilah iftar adalah dimana umat muslim melakukan kegiatan berbuka puasa pada saat seharian tidak melakukan makan dan minum atau nama lainnya adalah berpuasa, dengan ini iftar dalam bahasa Indonesia adalah kegiatan berbuka puasa pada saat adzan maghrib. Bahkan kata iftar ini walaupun dari bahasa arab tetapi ada juga di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karena sudah menjadi kata serapan.
Buka puasa menandai berakhirnya puasa harian dan sering dirayakan untuk mempersatukan masyarakat. Iftar mengacu pada makanan ketika umat Islam berpuasa selama bulan Ramadhan. Bagi umat Islam, iftar merupakan acara untuk berbuka puasa bersama. Jadi arti iftar sebenarnya adalah berbuka puasa yang biasa dilakukan pada bulan Ramadhan atau pada saat puasa-puasa lainnya.
Selain itu, hal lain yang tak kalah penting dalam acara iftar adalah menyiapkan makanan untuk yang menjalankan iftar. Siapapun yang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa akan mendapatkan pahala yang besar.
Tetapi untuk melakukan iftar tidak ada ketentuan wajib untuk menyediakan menu-menu berbuka puasa yang harus disajikan untuk iftar. Hanya saja Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada umatnya dalam sunnah saat melaksanakan iftar. Adapun iftar sunnah tersebut dalam Rasulullah dengan minum air terlebih dahulu dan makan-makanan kurma dalam jumlah ganjil (3 atau 5 kurma).
Keutamaan Iftar
Selanjutny adalah dengan mengetahui keutamaan dari kegiatan iftar. Berikut ini beberapa keutamaan dalam menjalankan iftar:
1. Jangan ditunda ketika iftar
Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, jangan melupakan untuk melakukan pembatalan ketika memasuki waktu iftar. Dengan menunda untuk berbuka hal ini sebaiknya untuk dihindari. Karena ketika waktu azan maghrib sudah berkumandang, maka sebaiknya dianjurkan untuk menyegarkan berbuka.
Hal ini sudah dijelaskan dalam hadis. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.
Artinya: “Dari Sahl ibn Sa’d: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.’” (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, pada hadist Qudsi, Rasulullah SAW juga menyebutkan hal seperti berikut:
قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: أَحَبَّ عِبَادِى إِلَىَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرَا.
Artinya: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling cepat berbuka.” (HR At-Tirmidzi).
2. Makan-makanan yang secukupnya
Allah SWT mengajarkan umat Islam untuk tidak serakah ketika iftar, terutama dalam hal harta dan makanan. Hal Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
مَا مَلأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسَبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ فَاعِلاً فَثُلُثُ لِطَعَامِهِ وَثُلُثُ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Artinya: “Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Ahmad, an-Nasa’i dan At-Tirmidzi).
3. Memberi makan orang ketika sedang berbuka puasa
Ada keistimewaan khusus bagi yang memasak atau menyediakan makanan bagi yang akan mau menjalankan iftar. Meskipun tidak wajib, jika kita melakukannya, kita akan menerima pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. [].
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





