Ingin Masuk Surga? Simak Beberapa Nasihat Rasulullah SAW

AKURAT.CO Surga merupakan tempat utopis bilamana orang tersebut tidak memiliki iman dalam hatinya. Sebaliknya seorang yang beriman pasti mendambakan untuk bisa ke sana, seperti mayoritas muslim yang menjadikan surga sebagai rumah sempurna untuk mereka tinggali. Kesempurnaan nikmat surga dijelaskan Allah SWT dalam firmannya Surat As-Sajdah Ayat 17:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ١٧
Artinya: "Tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa (macam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka kerjakan." (QS As-Sajdah: 17)
Rasulullah SAW menjelaskan ayat di atas bahwa nikmat surga belum pernah terlintas di benak manusia. Manusia tidak bisa membayangkan betapa nikmatnya surga yang diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah SWT yang saleh. Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بشر
Artinya: "Allah SWT berfirman: Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh." (HR Muslim)
Allahu Akbar, begitu besar kenikmatan yang kita dapat dari surganya Allah SWT. Kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya, Beliau ingin semua umatnya bisa masuk surga bersama-sama. Maka dari itu Beliau memberikan beberapa nasihat kepada umatnya agar dapat mengantarkan kita menuju surga Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad sebagaimana berikut:
أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
Artinya: "Sebarkan kedamaian, berikan makanan, bersilaturahmilah, salatlah ketika orang-orang tidur, engkau akan masuk surga dengan damai." (HR Imam Ahmad)
Amalan Masuk Surga
Menebar Kedamaian
"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Beliau menegaskan bahwa seseorang masuk surga ialah dia yang mencintai diri sendiri serta orang lain. Perasaan cinta tersebut akan muncul ketika seseorang selalu menebarkan kedamaian (salam) kepada sesama. Menebarkan kedamaian merupakan kunci utama agar kita bisa saling mencintai. Ketika sudah saling mencintai, maka jalan menuju kesempurnaan iman akan kita gapai. Jika kesempurnaan iman sudah kita raih, maka jalan menuju surga pun akan terasa lempang.
Menebar kedamaian bisa diawali dengan ucapan salam, ucapan salam tidak sekadar kata-kata, namun mengandung arti menebarkan perdamaian, kasih sayang dan kerukunan terhadap sesama, baik kepada keluarga, tetangga, teman, maupun sesama muslim yang tidak kita kenal. Di samping itu tindakan serta sikap kita terhadap sesama, seperti berucap yang baik dan menyejukkan, berlaku santun serta bersikap ramah juga merupakan cara menebarkan kedamaian.
Memberi makan orang lain
Dalam riwayat At-Turmudzi dalam Sunan Turmudzi, juz tiga halaman 407, Rasulullah SAW bersabda:
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ
Artinya: "Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia dan jauh dari neraka." (HR At-Turmudzi).
Rasulullah SAW selalu menganjurkan kita untuk bersedekah. Sedekah yang kita keluarkan ditujukan secara ikhlas mengasihi untuk membantu saudara kita sesama manusia dalam menjalani hidupnya. Dengan demikian kita dapat mudah masuk dalam surga, karena seperti anjuran Rasulullah SAW bahwa orang dermawan itu dekat dengan Allah dan surgaNya.
Menjaga slaturahmi
Hal ini seperti dalam sebuah hadis Nabi SAW:
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﺪﺭﺩاء ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺩﻟﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻞ ﻳﺪﺧﻠﻨﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻻ ﺗﻐﻀﺐ ﻭﻟﻚ اﻟﺠﻨﺔ . ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Darda’ RA, ia berkata: Seseorang meminta nasihat kepada Rasulullah SAW, "Tunjukkan kepadaku amalan yang mampu mengantarkan masuk surga, lalu Nabi menjawab, 'Jangan Marah-marah maka kamu akan mendapatkan surga.'" (HR. Thabrani)
Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menerangkan bahwa hadits ini merupakan anjuran kepada kita untuk menjaga diri agar tak mudah marah dan tidak cepat emosi. Karena marah dapat menjadi sumber putusnya tali silaturahmi serta menjauhkan diri kita dari surga. Mendapat surga akibat mengukuhkan silaturrahim juga dijelaskan dalam sebuah riwayat Imam Hakim dalam kitab Mustadrak ala Shahihain, juz 2 halaman: 563, dengan sanad yang shahih Nabi bersabda:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ حَاسَبَهُ اللَّهُ حِسَابًا يَسِيرًا وَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِهِ قَالُوا: لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: تُعْطِي مَنْ حَرَمَكَ، وَتَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ، وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ» قَالَ: فَإِذَا فَعَلْتُ ذَلِكَ، فَمَا لِي يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: أَنْ تُحَاسَبَ حِسَابًا يَسِيرًا وَيُدْخِلَكَ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِهِ
Artinya: "Tiga hal yang menjadikan seseorang akan dihisab Allah dengan mudah dan akan dimasukkan ke surga dengan Rahmat-Nya. Sahabat bertanya, bagi siapa itu wahai Rasulullah? Nabi bersabda: Engkau memberi orang yang menghalangimu, engkau memaafkan orang yang mendzalimi mu, dan engkau menjalin persaudaraan dengan orang yang memutuskan silaturahim denganmu. Sahabat bertanya, jika saya melakukannya, apa yang saya dapat wahai Rasulullah? Nabi bersabda: Engkau akan dihisab dengan hisab yang ringan dan Allah akan memasukkanmu ke surga dengan rahmat-Nya."
Salat malam saat yang lain tidur
Salat malam menjadi sangat spesial diantara salat sunnah yang lain. Ketika kita menunaikan salat di waktu orang lain lalai dalam mengingat Allah, maka disitulah pahala yang didapat jauh lebih besar. Terutama disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang akan masuk surga dengan tanpa kesulitan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





