Akurat Logo

Apa Saja yang Harus Disediakan dalam Kotak P3K? Ini Daftar dan Kegunaannya

Redaksi Akurat | 15 Oktober 2026, 09:11 WIB
Apa Saja yang Harus Disediakan dalam Kotak P3K? Ini Daftar dan Kegunaannya
Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

AKURAT.CO Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) merupakan salah satu perlengkapan penting yang sebaiknya tersedia di rumah, kantor, kendaraan, maupun tempat umum. Keberadaan kotak P3K dapat membantu seseorang memberikan pertolongan awal ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Meski demikian, masih banyak orang yang belum mengetahui apa saja yang harus disediakan dalam kotak P3K. Padahal, perlengkapan yang tepat dapat membantu menangani luka ringan, menghentikan perdarahan, serta melindungi orang yang memberikan pertolongan.

Isi kotak P3K perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi risiko di lingkungan penggunaannya. Untuk tempat kerja, misalnya, terdapat ketentuan tersendiri mengenai jenis dan jumlah perlengkapan P3K yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja.

Baca Juga: Aman! Para Driver GoJek Bandung Telah Diberi Latihan P3K

Lantas, apa saja perlengkapan yang sebaiknya tersedia dalam kotak P3K? Berikut daftar dan penjelasannya.

1. Kasa steril

Kasa steril merupakan perlengkapan utama dalam kotak P3K yang digunakan untuk menutup luka. Kasa dapat membantu menyerap darah dan melindungi area luka dari kontaminasi ketika pertolongan diberikan.

Pilih kasa steril yang masih berada dalam kemasan utuh. Penggunaan kasa yang sudah terbuka atau tidak terjaga kebersihannya sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan kontaminasi pada luka.

2. Perban

Perban berfungsi untuk mempertahankan posisi kasa atau balutan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Perlengkapan ini juga dapat digunakan untuk membantu memberikan tekanan langsung pada luka berdarah melalui balutan yang sesuai.

Sebaiknya sediakan perban dengan beberapa ukuran agar dapat digunakan sesuai kebutuhan. Untuk perdarahan yang berat, berikan tekanan langsung pada luka menggunakan balutan yang sesuai dan segera cari bantuan medis.

3. Plester luka

Plester luka berguna untuk menutup luka kecil, seperti goresan atau luka akibat benda tajam yang tidak terlalu dalam. Plester juga dapat membantu melindungi luka dari kotoran selama proses penyembuhan.

Sediakan beberapa ukuran plester agar dapat digunakan pada bagian tubuh yang berbeda. Pastikan plester masih dalam kondisi baik dan kemasannya tidak rusak.

4. Sarung tangan sekali pakai

Sarung tangan sekali pakai diperlukan untuk melindungi orang yang memberikan pertolongan dari kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh.

Gunakan sarung tangan yang bersih dan sesuai ukuran. Setelah selesai digunakan, lepaskan dengan hati-hati dan buang secara aman. Sarung tangan yang telah digunakan tidak boleh dipakai kembali.

5. Masker

Masker dapat menjadi perlengkapan tambahan untuk mendukung perlindungan selama memberikan pertolongan pertama. Penggunaannya disesuaikan dengan situasi, risiko paparan, serta prosedur keselamatan yang berlaku.

Masker sebaiknya disimpan dalam kemasan yang bersih dan diganti apabila sudah digunakan atau mengalami kerusakan.

6. Gunting

Gunting diperlukan untuk memotong perban, plester, atau bahan pembalut lainnya. Peralatan ini dapat membantu proses pertolongan berlangsung lebih praktis.

Simpan gunting di tempat yang aman dan mudah dijangkau. Pastikan alat tersebut bersih dan tidak berkarat sebelum digunakan.

7. Pinset

Pinset dapat digunakan untuk mengambil benda kecil yang berada di permukaan kulit dan mudah dijangkau, misalnya serpihan kecil yang tidak tertanam dalam.

Namun, pinset tidak boleh digunakan secara sembarangan untuk mengeluarkan benda yang tertancap dalam atau berada di dekat mata. Kondisi tersebut memerlukan penanganan tenaga medis.

8. Kain segitiga atau mitela

Kain segitiga, yang juga dikenal sebagai mitela, merupakan perlengkapan untuk membantu menyangga lengan atau mempertahankan posisi bagian tubuh tertentu selama pertolongan pertama.

Perlengkapan ini dapat berguna ketika seseorang mengalami cedera pada lengan. Namun, jika terdapat dugaan patah tulang atau cedera serius, hindari menggerakkan bagian tubuh secara berlebihan dan segera cari bantuan medis.

9. Kapas

Kapas termasuk perlengkapan yang tercantum dalam standar kotak P3K tempat kerja di Indonesia. Meski demikian, kapas tidak dianjurkan untuk membersihkan luka terbuka secara langsung karena seratnya dapat tertinggal pada luka.

Untuk membersihkan luka ringan, gunakan air bersih yang mengalir atau larutan saline steril sesuai kebutuhan. Kasa steril dapat digunakan untuk mengeringkan area di sekitar luka secara hati-hati.

10. Larutan saline atau cairan pembersih luka

Larutan saline steril dapat digunakan untuk membilas luka atau mata sesuai petunjuk penggunaan produk. Perlengkapan ini berguna untuk membantu membersihkan kotoran dari area yang terkena.

Pastikan larutan masih dalam masa berlaku dan kemasannya tidak rusak. Untuk paparan bahan kimia pada mata, segera lakukan pembilasan dengan air mengalir atau air yang sesuai berdasarkan petunjuk keselamatan bahan tersebut, kemudian cari bantuan medis. Jangan menunda pembilasan demi mencari larutan khusus.

11. Antiseptik

Antiseptik dapat menjadi bagian dari perlengkapan P3K untuk penggunaan sesuai petunjuk produk. Salah satu bahan yang tercantum dalam standar kotak P3K tempat kerja adalah povidon iodin.

Penggunaannya perlu memperhatikan jenis luka dan petunjuk pemakaian. Jangan mengoleskan antiseptik secara sembarangan pada mata atau jaringan yang sensitif. Alkohol 70 persen yang tercantum dalam standar tempat kerja juga tidak dianjurkan untuk dituangkan langsung ke luka terbuka karena dapat menimbulkan iritasi.

12. Lampu senter

Lampu senter membantu memberikan penerangan ketika pertolongan pertama dilakukan di tempat yang gelap atau saat terjadi pemadaman listrik.

Pilih senter berukuran praktis agar mudah disimpan di dalam kotak P3K. Periksa kondisi baterai secara berkala sehingga senter dapat digunakan ketika diperlukan.

13. Termometer

Termometer digital dapat ditambahkan ke dalam kotak P3K keluarga untuk membantu mengukur suhu tubuh ketika seseorang mengalami demam.

Pilih termometer yang mudah digunakan dan ikuti petunjuk pengukuran dari produsen. Setelah digunakan, bersihkan alat sesuai instruksi agar tetap higienis.

Perlu diketahui, termometer merupakan perlengkapan tambahan yang berguna di rumah, bukan salah satu dari 21 jenis perlengkapan dalam daftar standar kotak P3K tempat kerja berdasarkan Permenakertrans Nomor PER.15/MEN/VIII/2008.

14. Buku panduan pertolongan pertama

Buku panduan P3K dapat membantu pengguna memahami tindakan awal yang tepat ketika menghadapi kecelakaan atau kondisi darurat. Panduan tersebut sebaiknya memuat langkah dasar penanganan luka ringan, perdarahan, dan kondisi yang memerlukan bantuan medis segera.

Selain buku panduan, simpan pula nomor telepon layanan darurat dan kontak keluarga yang dapat dihubungi ketika terjadi keadaan darurat.

15. Buku catatan dan daftar isi kotak P3K

Buku catatan dan daftar inventaris membantu pengguna mengetahui jumlah perlengkapan yang tersedia, barang yang sudah digunakan, serta kebutuhan penggantian.

Pemeriksaan secara berkala penting dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan. Daftar inventaris juga dapat membantu pengelola tempat kerja memenuhi kebutuhan perlengkapan sesuai standar yang berlaku.

Baca Juga: APDHI Minta Pemerintah Pidanakan atau Denda Rp50 Miliar Penimbun APD dan Antiseptik

Isi kotak P3K sesuai standar di tempat kerja

Selain perlengkapan dasar untuk rumah tangga, isi kotak P3K di tempat kerja memiliki ketentuan tersendiri. Berdasarkan Permenakertrans Nomor PER.15/MEN/VIII/2008, perlengkapan yang tercantum dalam standar tersebut meliputi:

  1. Kasa steril terbungkus.

  2. Perban lebar 5 cm.

  3. Perban lebar 10 cm.

  4. Plester lebar 1,25 cm.

  5. Plester cepat.

  6. Kapas 25 gram.

  7. Kain segitiga atau mitela.

  8. Gunting.

  9. Peniti.

  10. Sarung tangan sekali pakai.

  11. Sarung tangan sekali pakai berpasangan.

  12. Masker.

  13. Pinset.

  14. Lampu senter.

  15. Gelas untuk cuci mata.

  16. Kantong plastik bersih.

  17. Aquades atau larutan saline 100 ml.

  18. Povidon iodin 60 ml.

  19. Alkohol 70 persen.

  20. Buku panduan P3K di tempat kerja.

  21. Buku catatan dan daftar isi kotak.

Peraturan tersebut juga membedakan jenis kotak P3K berdasarkan jumlah pekerja. Secara umum, kotak tipe A diperuntukkan bagi unit kerja dengan maksimal 25 pekerja, tipe B untuk maksimal 50 pekerja, dan tipe C untuk maksimal 100 pekerja, dengan ketentuan jumlah kotak dan perlengkapan yang mengikuti lampiran peraturan.

Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan jenis dan jumlah kotak P3K dengan jumlah pekerja serta kondisi tempat kerja. Perlengkapan untuk lingkungan dengan risiko kecelakaan lebih tinggi mungkin memerlukan penyesuaian sesuai kebutuhan keselamatan kerja.

Apakah kotak P3K perlu diisi obat-obatan?

Kotak P3K tidak harus berisi berbagai macam obat minum. Perlengkapan untuk menangani luka, membalut bagian tubuh yang cedera, dan melindungi orang yang memberikan pertolongan merupakan prioritas utama.

Jika ingin menyediakan obat-obatan untuk kebutuhan keluarga, pemilihannya perlu mempertimbangkan usia pengguna, riwayat alergi, petunjuk pemakaian, serta tanggal kedaluwarsa. Obat resep sebaiknya disimpan dengan label yang jelas dan digunakan sesuai arahan tenaga kesehatan.

Hindari menggunakan obat atau salep secara sembarangan untuk luka serius, luka bakar berat, dan cedera mata. Jika kondisi korban membutuhkan penanganan medis, kotak P3K hanya digunakan untuk memberikan pertolongan awal, bukan menggantikan perawatan profesional.

Cara menyimpan dan merawat kotak P3K

Kotak P3K yang lengkap tidak akan banyak membantu apabila perlengkapannya rusak atau sulit ditemukan. Oleh karena itu, penyimpanan dan pemeriksaan rutin perlu menjadi perhatian.

Berikut beberapa langkah untuk merawat kotak P3K:

  • Simpan di tempat yang mudah dijangkau. Pastikan anggota keluarga atau pekerja mengetahui lokasi kotak P3K.

  • Jaga kebersihan tempat penyimpanan. Hindari lokasi yang lembap, terlalu panas, atau mudah terkena air.

  • Periksa tanggal kedaluwarsa. Ganti produk yang sudah melewati masa berlaku atau mengalami kerusakan.

  • Lengkapi kembali barang yang telah digunakan. Pastikan kasa steril, perban, plester, dan sarung tangan selalu tersedia.

  • Periksa kondisi peralatan. Pastikan gunting, pinset, senter, dan perlengkapan lainnya dapat berfungsi dengan baik.

  • Pelajari pertolongan pertama. Pengetahuan dan pelatihan dasar P3K membantu seseorang mengambil tindakan yang lebih tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Apabila terjadi perdarahan hebat, kesulitan bernapas, kehilangan kesadaran, atau cedera serius, segera hubungi layanan darurat dan cari bantuan medis. Jangan menunda pertolongan yang diperlukan hanya untuk melengkapi isi kotak P3K.

Kotak P3K merupakan perlengkapan penting yang sebaiknya tersedia di rumah maupun tempat kerja. Beberapa barang yang perlu disediakan antara lain kasa steril, perban, plester luka, sarung tangan sekali pakai, gunting, pinset, kain segitiga, larutan saline, dan buku panduan pertolongan pertama.

Isi kotak P3K perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna serta risiko kecelakaan di lingkungan masing-masing. Khusus di tempat kerja, pengadaan kotak P3K perlu mengacu pada ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan yang berlaku.

Selain memastikan kelengkapan barang, masyarakat juga perlu memeriksa kondisi perlengkapan secara berkala dan memahami tindakan pertolongan pertama. Dengan begitu, kotak P3K dapat digunakan secara optimal ketika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R